Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Sambut Tahun Baru 2016, MUI: Hindari Tabdzir dan Hedonisme

KH Ma'ruf Amin
Bagikan:

Hidayatullah.com- Dalam rangka menyambut datangnya tahun baru 2016 Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah masyarakat ulama, zu’ama dan cendekiawan Muslim, dalam hal ini diwakili oleh Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin didampingi jajaran pengurus MUI lainnya menyampaikan beberapa tausyiah.

“MUI mengajak masyarakat dan seluruh komponen bangsa untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur, berdoa, muhasabah, dan memohon kekuatan, hidayah, serta taufik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala guna menyongsong tahun baru 2016 dengan semangat dan optimisme yang tinggi serta menghimbau agar dalam menghadapi pergantian tahun 2015 hendaknya dilakukan dengan kesederhanaan, menghindari sikap berlebihan (tabdzir), hedonisme, tamak dan rakus serta perilaku menyimpang lainnya,” kata Ma’ruf dalam konferensi pers di Gedung MUI Pusat Jakarta, Selasa (2912/2015).

Lebih lanjut, dikatakan Ma’ruf, MUI memberikan apresiasi atas segala upaya Pemerintah dan komponen masyarakat dalam mewujudkan suasana kerukunan antarumat beragama yang sudah terjalin dengan baik di Indonesia. Terhadap kasus-kasus yang terjadi dan melibatkan antarumat beragama, seperti kasus Tolikara-Papua dan Aceh-Singkil, MUI mendorong kepada aparat terkait agar secara adil menegakkan hukum terhadap pelaku kerusuhan tersebut.

“Etika dan bernegara yang dipraktikan oleh elit politik dan pejabat publik hendaknya menjadi tauladan bagi warga dan bangsa. Untuk itu, MUI mendorong kepada pejabat publik untuk menegakkan integritas dalam menjalankan amanah sesuai dengan tuntutan perundang-undangan dan sumpah jabatan,” demikian Ma’ruf berpesan.

Kendati demikian, Ma’ruf menegaskan bahwa perilaku korupsi masih mengakar di kalangan para pejabat publik. Karena itu, MUI mendesak Pemerintah dan instansi terkait agar secara tegas dan konsisten melakukan pencegahan dan penindakan terhadap praktik dan perilaku korupsi agar tujuan pembangunan untuk terciptanya sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dapat tercapai.

Selain itu, MUI juga menyoroti persoalan terkait dengan gerakan terorisme, liberalisme, dan radikalisme global. Dalam rangka menghadapi gerakan-gerakan tersebut MUI mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengarus-utamakan penerapan Islam Wasathiyah sebagai model pengamalan agama Islam di Indonesia, ASEAN, dan bahkan Dunia.

“Demikian tausyiah kami sampaikan Semoga memberikan manfaat dalam rangka untuk menciptakan kemaslahatan umat dan bangsa,” tutup Ma’ruf yang juga Rais Aam PBNU.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Sisi Lain Fatwa ‘Haram’ Presiden Wanita

Sisi Lain Fatwa ‘Haram’ Presiden Wanita

Din Syamsuddin: Inpres Jokowi soal Gempa NTB Perlu Diperbaiki

Din Syamsuddin: Inpres Jokowi soal Gempa NTB Perlu Diperbaiki

IKAMI: Persekusi Habib di Bandara Manado Melanggar Hukum

IKAMI: Persekusi Habib di Bandara Manado Melanggar Hukum

BMI Taiwan Dirikan Yayasan Yatim Piatu

BMI Taiwan Dirikan Yayasan Yatim Piatu

Arifin Ilham Ajak Umat Baca Qunut Untuk Muslim Yaman

Arifin Ilham Ajak Umat Baca Qunut Untuk Muslim Yaman

Baca Juga

Berita Lainnya