Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Emil Salim: RUU Pertembakauan Layani Kepentingan Industri Rokok

Antara
Prof. Emil Salim.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Jakarta Prof Emil Salim mengatakan, Rancangan Undang-Undang Pertembakauan yang sedang dibahas DPR mengutamakan kepentingan industri rokok.

“RUU Pertembakauan tidak memperhitungkan dampaknya bagi masyarakat. Pembahasannya pun tidak mendengar aspirasi masyarakat, terutama yang terdampak dengan rokok,” kata Emil Salim.

Emil mengatakan RUU Pertembakauan jelas-jelas disusun berdasarkan kepentingan industri rokok dengan berlindung di balik dalih warisan budaya, petani, dan buruh tembakau.

“Ini jelas, penjual tembakau yang ada di balik RUU Pertembakauan, dengan berlindung di balik kata-kata warisan budaya,” ujarnya belum lama ini.

Emil mengatakan, RUU Pertembakauan dimulai dengan “bahwa tembakau dengan budidayanya merupakan kekayaan alam hayati warisan budaya Indonesia, dan komoditas yang memiliki potensi strategis bagi penghidupan, hajat hidup orang banyak” pada poin menimbang.

Emil mempertanyakan, apakah tembakau adalah warisan budaya Indonesia?

“Dengan adanya RUU Pertembakauan, apakah kemudian juga perlu dibuat undang-undang untuk padi, sagu, jagung dan produk lainnya, padahal sudah ada Undang-Undang tentang Pertanian. Mengapa perlu RUU Pertembakauan yang bersifat lex specialis?” tanyanya.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Setelah Koma, Ben Ali Dilaporan Meninggal Dunia

Setelah Koma, Ben Ali Dilaporan Meninggal Dunia

Wah, Pengharum Ruangan DPR Bernilai Rp 1,59 Miliar

Wah, Pengharum Ruangan DPR Bernilai Rp 1,59 Miliar

Aliansi Buruh dan Tani juga Demo DPR, Tolak RUU Ciptaker

Aliansi Buruh dan Tani juga Demo DPR, Tolak RUU Ciptaker

Bandara Internasional Lombok Beroperasi, Banyak Pedagang Asongan

Bandara Internasional Lombok Beroperasi, Banyak Pedagang Asongan

Rencana BI Merevisi 20 PBI Bank Syariah

Rencana BI Merevisi 20 PBI Bank Syariah

Baca Juga

Berita Lainnya