Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Gus Solah: Indonesia yang Beragam, Semua Ikut Bangun Bangsa

Gus Solah dalam diskusi publik dengan tema ""Gotong Royong Menghadapi Radikalisme dan Memperjuangkan Kepentingan Nasional Di Media Sosial" di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Padjajaran 10 Kota Bogor
Bagikan:

 

Hidayatullah.com- Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid mengajak pengguna media sosial (medsos) melawan paham radikalisme di medsos menggunakan bahasa yang baik.

“Juga harus santun dan argumen yang kuat,” ujar lelaki yang akrab disapa Gus Solah dalam diskusi publik dengan tema “”Gotong Royong Menghadapi Radikalisme dan Memperjuangkan Kepentingan Nasional Di Media Sosial” di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Padjajaran 10 Kota Bogor, Senin (21/12/2015).

Menurut Gus Solah, bangsa Indonesia itu sudah sangat beragam. Sejak awal semua agama di Indonesia beragam, seperti Islam, Budha, Hindu, Kristen, Konghucu dan seterusnya.

“Semuanya memberi sumbangsih bagi peradaban yang besar. Islam datang membawa kodifikasi hukum, mengajari orang asli pribumi tentang perdagangan. Kristen datang membawa birokrasi pemerintah termasuk korupsi (VOC), pengelolaan visi maupun misi dan lain sebagainya,” jelas Gus Solah.

Sementara itu, Gus Solah menghimbau supaya dalam mengelola keberagaman itu, bangsa Indonesia tidak mencontoh Negara lain.

Pengasuh Ponpes Tebu Ireng Salahuddin Wahid mengatakan, hal yang mendasar dan menjadi tantangan utama bangsa ini adalah kemiskinan, separatisme, penggangguran, korupsi, karakter yang lemah, serta daya saing bangsa yang rendah.

Pria yang juga dikenal dengan nama Gus Solah itu mengajak dan mengingatkan pengguna media sosial (Medsos) melawan radikalisme di media sosial dengan bahasa yang baik, santun dan argumen yang kuat.*

 

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

HMI Minta Aparat Tak Terpengaruh AS

HMI Minta Aparat Tak Terpengaruh AS

Tidak Nafsi-Nafsi, Muslimah Perlu Memiliki Kesadaran Politik

Tidak Nafsi-Nafsi, Muslimah Perlu Memiliki Kesadaran Politik

Puluhan Tokoh Nasionalis dan Islamis Satukan Barisan Jelang Aksi 4 November

Puluhan Tokoh Nasionalis dan Islamis Satukan Barisan Jelang Aksi 4 November

Cara Mewaspadai Hoax: Belajar dari Kisah Nabi Sulaiman

Cara Mewaspadai Hoax: Belajar dari Kisah Nabi Sulaiman

DDII Kirim 67 Peserta Kafilah Dakwah Ramadhan 1439 H

DDII Kirim 67 Peserta Kafilah Dakwah Ramadhan 1439 H

Baca Juga

Berita Lainnya