Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anggota DPR RI: Setelah Dirazia, Ratusan Lesbi di Banda Aceh Ketahuan

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil
Bagikan:

Hidayatullah.com– Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil mengungkap, di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), terdapat ratusan perempuan penyuka sesama jenis.

Demikian disampaikannya pada acara Halaqah Nasional “Kontribusi Hukum Islam dalam Pembangunan Hukum Nasional” di Gedung Nusantara V DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Shafar 1437 H (10/12/2015).

Menurut Nasir Djamil, data itu terungkap setelah secara berkala polisi syariah atau Wilayatul Hisbah (WH) melakukan razia di berbagai tempat umum terutama pantai.

Dalam berbagai razia, saat menemukan pasangan wanita yang mencurigakan, petugas membawa mereka ke kantor WH untuk diinterogasi.

“Ketika mereka diinterogasi, ditanya-tanya, akhirnya terbuka (secara berangsur) bahwa ternyata di Kota Banda Aceh itu ada ratusan yang lesbi,” ujarnya di depan ratusan peserta halaqah termasuk awak hidayatullah.com dan wartawan lain.

Nasir Djamil mengaku, pengungkapan tersebut merupakan informasi yang mengagetkan. Hal ini pun menjadi catatan dan perhatian dari Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Kita terkejut,” ujar politikus PKS asal Aceh ini.

Ia menganggap, keberadaan para lesbi tersebut sebagai “virus-virus”, di tengah upaya pemerintah NAD terkhusus Banda Aceh melaksanakan syariat Islam.

Pemerintah setempat melalui WH pun, kata dia, telah melakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap para lesbian tersebut.

“Dan juga melakukan razia-razia ke salon-salon yang di dalamnya ada praktik-praktik terselubung,” ujarnya.

Baginya, razia yang sering digelar itu telah memberikan dampak informasi, khususnya terkait pengungkapan ratusan lesbi di Banda Aceh.

Nasir Djamil merupakan salah satu pembicara dalam acara gelaran Fraksi PPP bekerjasama dengan Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat itu.

Pembicara lainnya pada sesi siang itu adalah Hakim MK Wahidudin Adam dan mantan Rektor UIN Bandung Dedy Ismatullah.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pendeta: Kehadiran Rokok Bisa Hancurkan Kaderisasi Bangsa

Pendeta: Kehadiran Rokok Bisa Hancurkan Kaderisasi Bangsa

Kurikulum Bahaya Rokok Belum Diproses, Kemendikbud Dinilai Terima Sumbangan Sampoerna

Kurikulum Bahaya Rokok Belum Diproses, Kemendikbud Dinilai Terima Sumbangan Sampoerna

Fahira Serahkan 300 Surat Tertulis Perwakilan Masyarakat Tolak Legalisasi Nikah Beda Agama

Fahira Serahkan 300 Surat Tertulis Perwakilan Masyarakat Tolak Legalisasi Nikah Beda Agama

Sore Ini Pemerintah Sidang Isbath Penentuan Idul Fitri

Sore Ini Pemerintah Sidang Isbath Penentuan Idul Fitri

JAT Anggap Tuduhan Kapolri  Jenderal Sutarman Bukti Kegalauan Aparat

JAT Anggap Tuduhan Kapolri Jenderal Sutarman Bukti Kegalauan Aparat

Baca Juga

Berita Lainnya