Rabu, 7 Juli 2021 / 27 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Anggota DPR RI: Setelah Dirazia, Ratusan Lesbi di Banda Aceh Ketahuan

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil
Bagikan:

Hidayatullah.com– Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil mengungkap, di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), terdapat ratusan perempuan penyuka sesama jenis.

Demikian disampaikannya pada acara Halaqah Nasional “Kontribusi Hukum Islam dalam Pembangunan Hukum Nasional” di Gedung Nusantara V DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Shafar 1437 H (10/12/2015).

Menurut Nasir Djamil, data itu terungkap setelah secara berkala polisi syariah atau Wilayatul Hisbah (WH) melakukan razia di berbagai tempat umum terutama pantai.

Dalam berbagai razia, saat menemukan pasangan wanita yang mencurigakan, petugas membawa mereka ke kantor WH untuk diinterogasi.

“Ketika mereka diinterogasi, ditanya-tanya, akhirnya terbuka (secara berangsur) bahwa ternyata di Kota Banda Aceh itu ada ratusan yang lesbi,” ujarnya di depan ratusan peserta halaqah termasuk awak hidayatullah.com dan wartawan lain.

Nasir Djamil mengaku, pengungkapan tersebut merupakan informasi yang mengagetkan. Hal ini pun menjadi catatan dan perhatian dari Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Kita terkejut,” ujar politikus PKS asal Aceh ini.

Ia menganggap, keberadaan para lesbi tersebut sebagai “virus-virus”, di tengah upaya pemerintah NAD terkhusus Banda Aceh melaksanakan syariat Islam.

Pemerintah setempat melalui WH pun, kata dia, telah melakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap para lesbian tersebut.

“Dan juga melakukan razia-razia ke salon-salon yang di dalamnya ada praktik-praktik terselubung,” ujarnya.

Baginya, razia yang sering digelar itu telah memberikan dampak informasi, khususnya terkait pengungkapan ratusan lesbi di Banda Aceh.

Nasir Djamil merupakan salah satu pembicara dalam acara gelaran Fraksi PPP bekerjasama dengan Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat itu.

Pembicara lainnya pada sesi siang itu adalah Hakim MK Wahidudin Adam dan mantan Rektor UIN Bandung Dedy Ismatullah.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kelaparan Ancam Kota Nias

Kelaparan Ancam Kota Nias

Misionaris Gunakan Cara Halus Masuk Sumbar

Misionaris Gunakan Cara Halus Masuk Sumbar

Ideologi Bisnisnya Dinilai Tak Sesuai Pancasila, Izin Starbucks Didesak Dicabut

Ideologi Bisnisnya Dinilai Tak Sesuai Pancasila, Izin Starbucks Didesak Dicabut

Amal, Ciri Ulama yang Sering Terlupakan

Amal, Ciri Ulama yang Sering Terlupakan

Pemajuan Perempuan Jadi Agenda Konferensi Tingkat Menteri OKI

Pemajuan Perempuan Jadi Agenda Konferensi Tingkat Menteri OKI

Baca Juga

Berita Lainnya