Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

AEPI Minta Luhut Fokus Urusi Hukum Jika Tak Merasa Tersangkut Kasus Freeport

"Dialog Kisruh Freeport" di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (06/12/2015).
Bagikan:

Hidayatullah.com- Sebagai pemerintah semestinya Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan fokus mengurusi persoalan hukum, kalau memang tidak merasa tersangkut masalah apa-apa dengan kasus Freeport.

Demikian disampaikan Pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng menanggapi pertemuan tertutup yang diadakan Menkopolhukam dengan sejumlah pengusaha media bersama Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informasi) untuk membahas soal isu penyiaran di Indonesia, di Kantor Kemenpolhukam, Jum’at (04/12/2015) lalu.

“Dia cukup menjalankan kontrak sebagaimana kontrak yang ada pada 1967, menjalankan UU Minerba secara konsisten, kemudian melakukan divestasi sesuai amanat kontrak yang diatur UU,” kata Daeng kepada awak hidayatullah.com di Jakarta, Ahad (06/12/2015).

Sebagai pemerintah, dikatakan Daeng, jika Menkopolhukam menjalankan ketiga hal tesebut dengan benar, menurutnya, Menkopolhukam tidak perlu takut dengan media.

“Untuk apa takut dengan media? Nggak ada hubungannya,” cetus Daeng.

Sementara itu, Daeng menambahkan, kalau Menkopolhukam memang merasa bahwa dalam kapasitasnya tidak hendak menjalankan UU Minerba secara benar maka sudah sepatutnya bersiap menerima sanksi dari publik.

Sebagaimana diketahui, nama Menkopolhukam disebut-sebut beberapa kali dalam rekaman percakapan antara Setya Novanto (Ketua DPR), M Riza Chalid (Pengusaha Minyak), dan Maroef Sjamsoeddin (Presiden Direktur PT Freeport Indonesia) terkait dengan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden untuk perpanjangan kontrak karya PT. Freeport Indonesia.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua MUI Mentawai: Pelapor Dai yang Dikriminalisasi Tidak Bertanggung Jawab

Ketua MUI Mentawai: Pelapor Dai yang Dikriminalisasi Tidak Bertanggung Jawab

Jamaah Subuh Merosot, DKMA Banda Aceh adakan Program ‘Subuh Keliling’

Jamaah Subuh Merosot, DKMA Banda Aceh adakan Program ‘Subuh Keliling’

‘THM Bandel di Jakarta Tinggal Menunggu Waktu Saja’

‘THM Bandel di Jakarta Tinggal Menunggu Waktu Saja’

Persatuan Wanita Katolik “Garap” “Babysitter”

Persatuan Wanita Katolik “Garap” “Babysitter”

Kisah Si Kecil Penjual Kopi: Jika Aku Pergi Siapa Yang Berjuang Untuk Palestina?

Kisah Si Kecil Penjual Kopi: Jika Aku Pergi Siapa Yang Berjuang Untuk Palestina?

Baca Juga

Berita Lainnya