Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Bagaimana Cara Hidup Kita, Begitu Cara Mati Kita Kelak

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Bachtiar Nasir
Bagikan:

Hidayatullah.com – Setiap manusia akan meninggal dunia, yang membedakan adalah bagaimana dan dalam keadaan seperti apa nyawa kelak akan dicabut. Seperti apa hidup seseorang, begitu pula keadaan matinya.

Demikian disampaikan Ustadz Bachtiar Nasir, Pimpinan AQL Islamic Center pada saat kegiatan tabligh akbar dan gerakan shalat shubuh berjamaah di masjid Shalahuddin, Sidoarjo, Ahad, (06/12/2015).

“Perhatikan cara hidup kita, seperti itulah cara mati kita kelak, dan itu pilihan hidup,” ujarnya.

Bachtiar menjelaskan, bahwa ada 3 jalan hidup manusia. Yakni jalan hidup orang yang berkuasa, jalan hidup orang kaya, dan jalan hidup seperti para nabi.

Dari ketiga jalan hidup itu, lanjut Bachtiar, ada yang diberikan Allah kepada yang Dia sukai maupun tidak. Tapi ada juga yang hanya dikehendaki kepada yang Allah sukai.

“Berkuasa tidak salah, tapi Allah berikan itu seperti kepada Nabi Sulaiman dan juga Fir’aun. Begitupun kaya, Allah berikan kepada orang seperti Qorun. Tapi kalau jalan hidup para nabi, Allah kehendaki hanya bagi hamba yang Dia sukai,” jelasnya.

“Kebanyakan kita ingin ketiganya, atau minimal jalan yang ketiga. Tapi faktanya lebih sering terperosok kepada yang mana?” ungkap Bachtiar dengan nada tanya.

Sekjen MIUMI Pusat ini juga menambahkan, bahwa dahulu Umar bin Khatab tidak ingin berlama-lama hidup di dunia kecuali karena tiga hal.

“Yakni untuk berdakwah di jalan Allah,  berpayah-payah untuk shalat malam, dan hidup bersama di tengah orang-orang sholeh,” paparnya.

Untuk itu, Bachtiar berpesan agar jangan sampai kita termasuk hamba yang menyesal setelah mati nanti.

“Jangan sampai kita seperti yang diceritakan dalam surat Al-Munafikun yang menyesal dan meminta untuk dihidupkan kembali barang sebentar saja,” pungkasnya.

Kegiatan tabligh akbar dan gerakan sholat shubuh berjamaa’ah ini dihadiri oleh ratusan jama’ah, dan dilanjutkan dengan sarapan bersama.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

600 Penyandang Disabilitas Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal

600 Penyandang Disabilitas Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal

Ketua GNPF: Syukuri Kemerdekaan Lewat Kepemimpinan Nasional yang Hikmah dan Bijaksana

Ketua GNPF: Syukuri Kemerdekaan Lewat Kepemimpinan Nasional yang Hikmah dan Bijaksana

Peradaban Islam Sangat Dipengaruhi Kondisi dan Pengamalan Keislaman

Peradaban Islam Sangat Dipengaruhi Kondisi dan Pengamalan Keislaman

Memutuskan Suatu Keyakinan, Ucapan dan Perbuatan Kufur,  Kewenangan MUI Pusat

Memutuskan Suatu Keyakinan, Ucapan dan Perbuatan Kufur, Kewenangan MUI Pusat

Mensesneg Dorong BAZNAS Himpun Zakat ke BUMN dan Perusahaan Besar

Mensesneg Dorong BAZNAS Himpun Zakat ke BUMN dan Perusahaan Besar

Baca Juga

Berita Lainnya