Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pernyataan ANNAS terkait Surat Edaran Palsu Kanwil Kemenag Jabar

Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, KH Athian Ali Dai.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) akhirnya mengeluarkan pernyataan terkait munculnya Surat Edaran “Palsu” Kanwil Kemenag Jawa Barat No Kw 10.1/2/Kp.04.2/2195/2015 tentang Kewaspadaan Terhadap Ajaran Wahabi Ekstrim Di Wilayah Kota Bandung dan Sekitarnya Tahun 2015 tanggal 22 April di berbagai media.

Menurut ANNAS, surat edaran palsu yang telah banyak dimuat media online adalah fitnah dan adu domba (namimah) yang dilakukan terhadap Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Ketua MUI Jabar, dan KH. Athian Ali Da’i, Lc. M.A. [Baca: Surat Edaran Kemenag Jabar Waspadai Ceramah KH Athian Ali Ternyata Palsu]

Menanggapi munculnya Surat Edaran “Palsu” Kanwil Kemenag Jawa Barat, pihak Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) akhirnya mengeluarkan 7 pernyataan sikap. Pernyataan ini ditandatangani Sekretaris ANNAS Pusat, Tardjono Abu Muas.

1. Beredarnya Surat Edaran “Palsu” Kanwil Kemenag Jawa Barat No Kw 10.1/2/Kp.04.2/2195/2015 tentang Kewaspadaan Terhadap Ajaran Wahabi Ekstrim Di Wilayah Kota Bandung dan Sekitarnya Tahun 2015 tanggal 22 April di berbagai media sosial merupakan fitnah dan adu domba (namimah) yang dilakukan terhadap Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Ketua MUI Jabar, dan KH. Athian Ali Da’i, Lc. M.A.

2. Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) memprihatinkan munculnya budaya buruk di masyarakat Indonesia, Jawa Barat khususnya berupa fitnah-fitnah dan adu domba seperti ini, hal ini mengingatkan kita akan budaya yang biasa dan sedang dibangun oleh kelompok yang menjalankan misi perjuangannya dengan cara seperti ini.

3. Isu Wahabi adalah isu yang mengada-ada, tidak berdasar dan merupakan isu politik yang tujuannya hanya untuk memecah belah masyarakat ataupun umat Islam. Menciptakan “hantu” yang dibuat-buat dalam rangka merusak fikiran dan cara pandang masyarakat yang bersifat pembodohan dan pembelokkan dari realita yang dihadapi masyarakat seperti korupsi, ambivalensi, mistik-mistik, dan arogansi politik.

4. ANNAS mengapresiasi klarifikasi yang dilakukan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat yang menyatakan palsunya surat edaran dimaksud dan mendukung jika ada pengusutan lebih lanjut pembuat surat palsu tersebut. Pengusutan tuntas ini penting untuk mencegah berkembangnya budaya buruk fitnah dan adu domba di kemudian hari.

5. Mengaitkan pengajian di Masjid Al Fajr dengan infak untuk memberangkatkan warga Bandung ISIS Timur Tengah sungguh menggelikan. Hanya ada dalam khayalan pembuat skenario film komedi. Itu pun film yang tidak bermutu. Semua pihak sepakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap ISIS. Sama dengan pentingnya kewaspadaan terhadap SYIAH. Stabilitas dan keselamatan umat, masyarakat, bangsa dan negara harus menjadi prioritas dan komitmen bersama.

6. ANNAS mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu bohong, provokatif, dan adu domba dari pihak manapun. ANNAS akan terus melakukan upaya dakwah mengingatkan masyarakat akan sesat, menyesatkan dan membahayakannya ajaran Syiah bagi umat, bangsa dan negara. Syiah adalah gerakan politik yang tengah berupaya menggoyahkan sendi-sendi kesatuan berbagsa dan bernegara NKRI.

7. ANNAS selalu membangun ukhuwah Islamiyah dengan seluruh kaum muslimin di Indonesia, persaudaraan Islam sangat dijunjung tinggi untuk bersama-sama menjaga martabat umat.

Bersama-sama dengan seluruh elemen umat, bangsa dan negara mencegah penyusupan dan perusakkan nilai-nilai persaudaraan yang dihembuskan oleh kelompok yang kini semakin gencar merongrong stabilitas dan kedaulatan Negara.* /Abu Luthfi Satrio

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Imbauan HMI MPO pada HMI DIPO Terkait Dugaan Rombongan Liar

Imbauan HMI MPO pada HMI DIPO Terkait Dugaan Rombongan Liar

Kekerasan Pemuka Agama, Ketum MUI Ingin Polisi Transparan Mengusut

Kekerasan Pemuka Agama, Ketum MUI Ingin Polisi Transparan Mengusut

Ketua MUI: Jangan Kotori Indonesia dengan Miss World!

Ketua MUI: Jangan Kotori Indonesia dengan Miss World!

Jelang Ramadhan, Masjid di Jatinegara Justru Digusur

Jelang Ramadhan, Masjid di Jatinegara Justru Digusur

Munas NU: Non-Muslim Bukan Kafir, Mereka Warga Negara

Munas NU: Non-Muslim Bukan Kafir, Mereka Warga Negara

Baca Juga

Berita Lainnya