Para Narapidana Diakui Lebih Tenteram Jika Giat Berislam

“Di dalam lapas, semakin banyak napi mengkaji ayat-ayat Allah, suasana semakin damai.”

Para Narapidana Diakui Lebih Tenteram Jika Giat Berislam
rifa'i fadhly/hidayatullah.com
Suasana silaturahim pihak LP Batu Nusakambangan dengan para napi di Masjid at-Taubah (31/10/20105).

Terkait

Hidayatullah.com– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas 1 Batu, Nusakambangan, M Siregar, mengaku, para narapidananya akan lebih tenteram bersama Islam.

Demikian disampaikannya dalam acara silaturahim pihak lapas dengan para napi di Masjid at-Taubah, kompleks LP Batu, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2013) siang.

Ia mengatakan, kegiatan keagamaan di lapas tersebut sangat menjadi perhatian pihaknya. Setiap Senin-Kamis, para napi yang Muslim diberi pencerahan spiritual.

“Agar kita lebih dekat dengan Sang Pencipta,” ujarnya, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan LP Batu Edi Warsono dan Koordinator Kerohanian Islam Lapas se-Nusakambangan Ustadz Hasan A Makarim.

Berdasarkan data resminya per 26 Oktober 2015, di LP Batu terdapat 272 napi, mayoritas Muslim. Ia tak menampik, penghuni lapas yang sebenarnya berkapasitas 223 napi itu berpotensi menimbulkan gejolak.

Bahkan, katanya, sekiranya para napi itu berteriak saja, para sipir penjara bisa pingsan. “Yang namanya di penjara, seperti api dalam sekam,” ujarnya.

Olehnya, demi menjaga kondusifitas lapas, pihaknya melakukan pendekatan persuasif dan keagamaan, yang dinilai lebih efektif dibanding cara-cara represif.

“Di dalam lapas, semakin banyak napi mengkaji ayat-ayat Allah, suasana semakin damai,” ujarnya kepada hidayatullah.com di kantornya sebelum acara silaturahim.

Di antara contoh suasana religi di lapas tersebut, tutur Siregar, banyak napi yang ia dapati pada waktu Shubuh sudah mengumandangkan azan.

“Kadang saya yang adzan,” aku pria asal Tapanuli Selatan ini.

Selain itu, ungkapnya, di kamar-kamar para napi Muslim, siapa saja yang mau masuk ke situ harus melepas sandal. Mereka tak ingin kamarnya kotor sebab biasa dipakai shalat.

“Termasuk kalau kita razia mereka, (kita) melepas sepatu. Jadi kawan-kawan napi lain ada toleransi,” ujarnya yang bertugas di LP Batu sejak September 2014.

Masuk Islam di Penjara

Dalam acara di Masjid at-Taubah, Siregar berpesan kepada para napi untuk terus giat belajar agama dan mengamalkannya. Dengan begitu, ia meyakini, “Kondisi di lapas akan lebih sejuk, nyaman, ada suasana silaturahim.”

Pun, lanjutnya, para napi dan orang-orang sekelilingnya akan mendapat rahmat dari Allah Subhanahu Wata’ala. “Mungkin ilmunya sedikit tapi pengamalannya lebih baik,” ujarnya.

Menurut Siregar, orang baik bukanlah orang yang tidak pernah salah. Tapi orang yang belajar dari kesalahannya untuk menjadi lebih baik. [Baca: Kalapas Batu Nusakambangan: Freddy Budiman Hanya Napi Segelintir]

Ia mengaku, selama membawahi LP Batu, jarang terjadi gejolak berarti di lapas itu. Pernah terjadi, tapi ia segera mengatasinya dengan mendatangkan Ustadz Hasan Makarim ke lapasnya.

“Selama setahun ini tidak ada (napi) yang coba melarikan diri,” ungkapnya.

Salah seorang napi, Ahmad Sulaiman (34), kepada hidayatullah.com mengaku lebih tenteram setelah mendekam di LP Batu. Sebelumnya, saat masih ditahan di LP Pekalongan, ia masih nakal.

“Alhamdulillah, sekarang saya sudah punya Allah,” ujar pria bernama asli Tjong Yoppy Mintarjo yang masuk Islam di dalam penjara ini.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !