Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Profesor Leiden Nilai Revisi KUHP Tantangan Dunia Hukum Indonesia

Foto: Dr. Fatma (kanan), Prof Nicko Keizer dan Dr. Marjao (kiri)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) adalah tantangan bagi dunia hukum di Indonesia.

Demikian disampaikan guru besar hukum pidana dari Universitas Leiden Profesor Nicko Keizer dalam diskusi yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/10/2015).

“Pembuatan hukum kriminal pada zaman demokratis di Indonesia setelah orde baru menghasilkan kesulitan dan kemudahan masing-masing. Pada Orde Baru, pemerintah menentukan apa yang dilarang, dalam aspek positif atau negatif, hal ini membuat orang tidak dapat mudah mengkritik hukum tersebut,” kata Keizer dalam diskusi bertema revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/10/215) dalam rilisnya.

Diskusi yang digelar dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia membahas tantangan yang dihadapi pada era Indonesia kontemporer dalam membuat hukum pidana yang dapat memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat.

Revisi KUHP kini perlu memperhatikan banyak pihak karena tuntutan demokrasi yang berkembang di Indonesia.

“Kita perlu mendengarkan aspirasi dari banyak pihak dan menghabiskan banyak waktu untuk merumuskan produk hukum yang terbaik,” kata Keizer.

Sebagaimana diketahui, Fraksi PKS DPR RI melaksanakan diskusi revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan mengundang pakar hukum dari Belanda. Associate Proffesor Universitas of Leiden Dr. Fatma (kanan), Prof Nicko Keizer (mantan Hakim Agung) & Dr. Marjao dari Universitas Leiden Belanda didaulat sebagai narasumber dalam diskusi ini.

Fraksi PKS mendukung revisi KUHP dengan berbagai catatan, diantaranya mengenai pasal hukuman mati. Fraksi PKS menilai hukuman mati masih diperlukan di Indonesia.*

 

Rep: Anton R
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Front Anti-Pemurtadan (FAP) Bekasi Desak Tertibkan Gereja Ilegal

Front Anti-Pemurtadan (FAP) Bekasi Desak Tertibkan Gereja Ilegal

Artis Sinetron Ini Bahagia Makin Banyak Selebritis Berhijab

Artis Sinetron Ini Bahagia Makin Banyak Selebritis Berhijab

Ariel Santai Divonis, Fans Paterpan Menangis

Ariel Santai Divonis, Fans Paterpan Menangis

MUI Papua Sampaikan Kemungkinan Hasil Penyelesaian Kasus PGGJ

MUI Papua Sampaikan Kemungkinan Hasil Penyelesaian Kasus PGGJ

Ditolak Warga,  ‘Proyek Misionaris’ 25 Hektar Gagal Berdiri di Malang

Ditolak Warga, ‘Proyek Misionaris’ 25 Hektar Gagal Berdiri di Malang

Baca Juga

Berita Lainnya