Kuatkan Iman dalam Dada Remaja, Banggalah Bila Mereka jadi Penolong Agama Allah

Orangtua memperhatikan bagaimana Allah memerintahkan umat ini untuk menguatkan iman

Kuatkan Iman dalam Dada Remaja,  Banggalah Bila Mereka jadi Penolong Agama Allah
"Kalau kelak kalian jadi penolong agama Allah, bapak dan ibu guru akan sangat bangga kepada kalian"

Terkait

Hidayatullah.com–Para orangtua fokus membangun pondasi pendidikan anak dan tidak membanggakan mereka kelak jadi apa, tetapi banggalah ketika mereka menjadi penolong agama Allah.

Demikian disampaikan penulis buku Positive Parenting, Mohammad Fauzil Adhim, dalam seminar parenting bertema “Pola Pendidikan Efektif Anak Usia Pra Baligh dan Baligh untuk Mewujudkan Generasi Qur’ani”

“Nak, kelak kalau kalian menjadi dokter, jadi insinyur, jadi direktur, jadi presiden, bapak dan ibu guru tidak bangga nak. Tapi, kalau kelak kalian jadi penolong agama Allah, bapak dan ibu guru akan sangat bangga kepada kalian,” ucap Fauzil yang merupakan acara Muharram Education Fair 1437 H Ahad, (18/10/2015) di Pesantren Hidayatullah Depok, saat menjelaskan tentang bagaimana menanamkan iman kepada anak-anak.

“Nak, lihatlah gedung-gedung tinggi itu, kalaulah nanti kalian yang memiliki itu, ingat ya nak, harta itu hanya di tangan. Jangan sekali-kali masuk dalam hatimu. Maka jika sewaktu-waktu agama ini membutuhkannya, kamu akan rela memberikan untuk (menolong) agama Allah” imbuhnya.

Selama ini pendidikan yang berlangsung cenderung lupa pada aspek mendasar ini. Fauzil pun bertanya kepada para peserta seminar, “Apa yang paling pokok untuk kita perhatikan dalam mendidik anak-anak?”

“Yaitu menanamkan iman. Iman tidak sama dengan pengetahuan. Orientalis itu paham tentang Islam, tapi apa mereka beriman,” tegasnya.

Lantas bagaimana menanamkan iman, penulis parenting di Majalah Hidayatullah itu menguraikan agar orangtua memperhatikan bagaimana Allah memerintahkan umat ini untuk menguatkan iman.
“Gunakanlah kata perintah dan larangan. Dalam hal iman Allah itu tidak bernarasi, tapi menggunakan perintah dan larangan. Seperti Surah Al-Muzzammil, Ya ayyuhal Muzzammil, qumil layla illa qolila. Jadi perintah dan larangan,” paparnya.

Kemudian, sadarkanlah anak-anak bahwa diri kita ini tiada punya daya.

“Ketika muadzin mengumandangkan Hayya Alash Sholah Hayya Alal Falah, apa jawabannya, yes saya bisa, bisa. Tetapi lahaula wala quwwata illa billah,” ungkapnya.

Terakhir, Fauzil memberikan saran kepada para orangtua untuk tidak lupa meneguhkan keyakinan kepada anak tentang kewajiban mereka memenuhi hak Allah.

“Nak, jagalah hak-hak Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah” pungkasnya.*/Ibnu Suradi

 

Rep: Admin Hidcom

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !