Selasa, 30 Maret 2021 / 16 Sya'ban 1442 H

Nasional

HIPMI Diharap Mampu Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

ibnu sumari/hidayatullah.com
Bagikan:

Hidayatullah.com- Menteri Perindustrian (Menperin) RI Saleh Husin menyakini bahwa para pengusaha muda yang memiliki karakter agresif, tangguh, cerdas, gigih dan tersebar di seluruh Indonesia mampu menggarap peluang bisnis yang ada di Indonesia.

Sebagaimana para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) diharapkan mampu menjadi salah satu andalan utama pertumbuhan ekonomi dan pengembangan industri di Indonesia.

“Saya itu kenal betul rekan-rekan dan adik-adik HIPMI. Jadi besok-besok, adik-adik HIPMI tidak perlu harus buang-buang waktu untuk ketemu Menperin karena sebelum datang saja saya sudah tahu apa yang kamu mau,” kata Saleh dalam Forum Dialog HIPMI di Menara Bidakara 2, Jakarta Selatan, Kamis (08/10/2015).

Saleh menuturkan bahwa pada dasarnya pemerintah mendorong keterlibatan para pengusaha muda dalam pengembangan sektor industri. Selain menggarap industri berorientasi ekspor, pengusaha muda diharapkan mengembangan industri kreatif kecil dan menengah di daerah-daerah juga.

“Anak-anak muda sekarang itu cerdas-cerdas, terbuka melihat peluang. Hambatan modal maupun teknologi dapat disiasati dengan bermitra usaha yang lebih besar atau membangun konsorsium usaha,” ungkap Saleh.

“Saya optimistis agresifitas pengusaha muda merupakan keunggulan dalam membuka usaha baru atau start-up (rintisan),” imbuhnya.

Saleh menilai anggota HIPMI di daerah juga memahami potensi daerahnya masing-masing dan selanjutnya dapat memaksimalkan industri berbahan baku lokal. Hal ini, menurutnya, bisa menjadi strategi yang efektif dalam mempertahankan eksistensi, daya saing industri serta upaya berkelit dari ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Lebih lanjut, Saleh menuturkan peluang usaha tersebut tidak akan dapat berdampak jika para pelaku industri tidak memanfaatkan pasar yang telah ada maupun mencari pasar tujuan ekspor baru, misalnya Timur Tengah, Afrika, Eropa Timur, dan Amerika Latin.

Menurut Saleh akuisisi terhadap usaha maupun industri yang melemah daya saingnya menjadi momentum yang tepat untuk segera dilakukan saat ini. Langkah ekspansi tersebut juga turut mempertahankan lapangan kerja sehingga bermanfaatkan bagi karyawan. Paket-paket stimulus kebijakan ekonomi menjadi momentum para pengusaha muda untuk terus berupaya mengembangkan usahanya.

“Pemerintah perlu berperan aktif, konkret dan strategis dalam memberikan dukungannya guna mewujudkan peluang-peluang tersebut melalui fasilitas fiskal dan non fiskal. So, it’s time to invest,” demkian tandasnya.

Dalam forum dialog bertema “Di Tengah Lesunya Perekonomian Indonesia Masihkah Ada Peluang Usaha dan Solusinya?” turut hadir seperti Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong, Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia serta Kepala Departemen Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BIPPI) Kementerian Perindustrian Haris Munandar.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Komnas HAM: Wacana Standardisasi Khatib Jangan Sampai Diskriminatif

Komnas HAM: Wacana Standardisasi Khatib Jangan Sampai Diskriminatif

Ombudsman RI  Mengaku Masih Temukan Pungli PPDB Online

Ombudsman RI Mengaku Masih Temukan Pungli PPDB Online

Tokoh Muda Muhammadiyah Tanggapi Kicauan Ulil Soal Rohingya

Tokoh Muda Muhammadiyah Tanggapi Kicauan Ulil Soal Rohingya

Aa Gym Nasihati Kapolri: Peserta Aksi Bela Islam Jangan Dimusuhi!

Aa Gym Nasihati Kapolri: Peserta Aksi Bela Islam Jangan Dimusuhi!

PAHAM: Penembakan Anggota FPI Extra Judicial Killing, Segera Bentuk Tim Pencari Fakta Independen

PAHAM: Penembakan Anggota FPI Extra Judicial Killing, Segera Bentuk Tim Pencari Fakta Independen

Baca Juga

Berita Lainnya