Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Soal Tragedi Mina, Dubes Saudi Kecewa Pemberitaan Media Asing

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Masyarakat diimbau menjadikan rujukan media massa yang memberitakan Arab Saudi secara objektif.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Masyarakat Indonesia diimbau cerdas dalam memilah media rujukan dalam pemberitaan musibah haji di Arab Saudi. Terutama pemberitaan yang bersumber dari media asing di luar Arab Saudi.

Demikian imbauan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak, dalam jumpa pers perayaan Hari Nasional Kerajaan Arab Saudi di Kuningan, Jakarta, Selasa (29/09/2015) malam.

Menurutnya, perlu dipertimbangkan dahulu jika ingin merujuk pada media asing tersebut. “Apa yang disampaikan CNN, BBC, dan sebagainya, belum tentu itu betul,” ujarnya menyebut sejumlah media Barat.

Walaupun, lanjutnya, terkadang media-media tersebut memberikan berita yang objektif.

“Tapi mengenai kejadian yang ada di Arab Saudi, perlu kita pertimbangkan kembali (jika ingin merujuk pada media tersebut. Red),” imbaunya didampingi penerjemah.

Namun demikian, Mustafa mengatakan, memilih rujukan informasi yang tepat bukan sebatas media apa yang menyampaikan. Tapi apakah beritanya sudah objektif atau tidak.

Tentu, katanya, objektifitas yang dimaksud adalah sesuai dengan sumber aslinya.

Saat ditanya awak hidayatullah.com, apakah Mustafa puas terhadap pemberitaan media asing terkait tragedi Mina, ia menjawab tidak puas.

“Tidak, termasuk media-media Indonesia,” ujarnya disambut tawa sejumlah awak media mainstream.

Mustafa memberi contoh media asing yang beritanya tidak benar. Yaitu sejumlah media yang menuding bahwa insiden Mina baru-baru ini disebabkan kehadiran Putra Raja Salman.

Padahal, katanya menegaskan, “(Berita) itu adalah klaim sepihak BBC dan itu tidak benar.” [Baca: Putra Raja Salman Dipastikan Bukan Penyebab Insiden Mina]*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Gubernur Anies Baswedan Putuskan Memberlakukan PSBB Berlaku Mulai 14 September 2020

Gubernur Anies Baswedan Putuskan Memberlakukan PSBB Berlaku Mulai 14 September 2020

Kemendikbud Sepakat Aliran Kepercayaan Bukan Agama

Kemendikbud Sepakat Aliran Kepercayaan Bukan Agama

FDKM Bekasi: Masjid Tak Bisa Dilepaskan dari Politik

FDKM Bekasi: Masjid Tak Bisa Dilepaskan dari Politik

RI Didesak Buat Perjanjian ‘Mandatory Consular Notification’ dengan Saudi

RI Didesak Buat Perjanjian ‘Mandatory Consular Notification’ dengan Saudi

Aktivis Dakwah di Uzbekistan Ditangkap dan Dibunuhi

Aktivis Dakwah di Uzbekistan Ditangkap dan Dibunuhi

Baca Juga

Berita Lainnya