Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Kepala Daker Makkah: Update Terbaru Musibah Mina, 3 Wafat dan 6 Dirawat

Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan bahwa ada 3 jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia pada peristiwa Mina yang terjadi pada Kamis (24/09/2015) lalu.

Kedua korban adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) dan Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun). Adapun satu korban lainnya masih belum diumumkan namanya karena masih akan di-crosscheck ke pihak terkait.

“Data jamaah meninggal dunia yang sebelumnya dirilis berjumlah 2 orang, bertam¬bah 1 orang yang identitasnya masih dilakukan crosschek dengan pihak terkait,” demikian disampaikan Arsyad Hidayat dikutip laman Kemenag dalam kesempatan jumpa pers di Kantor Daker Makkah terkait up date data korban peristiwa Mina sampai dengan pukul 13.00 waktu Arab Saudi, Jumat (25/09/2015) ini.

Arsyad menambahkan bahwa tercatat ada 6 jamaah haji Indonesia yang cedera dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit Arab Saudi, yaitu:

a. Zulaiha Alam dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306305 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

b. Ubaid bin Komaruddin dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745300 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

c. Ending bin Rukanda dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745297 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

d. Arninda Idris dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1307797 saat ini dirawat di RSAS King Abdullah.

e. Fadillah Nurdin dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306258 saat ini dirawat Klinik 107 Makkah.

f. Yusniar Abdul Malik dari kloter MES 7 dengan nomor paspor B1060451 saat ini dirawat di RSAS Al Nur.

Selain itu, lanjut Arsyad, jamaah yang dilaporkan belum kembali ke tenda di Mina mulai saat kejadian sampai hari ini pukul 07.00 WAS, sebanyak 225 orang dengan rincian: 14 orang dari Kloter 14 Embarkasi Baram (BTH 14), 19 orang dari Kloter 48 Embarkasi Surabaya (SUB 48), dan 192 orang dari kloter 61 Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 61). Ketiga kloter ini adalah jamaah haji Indonesia yang tinggal di Mina Jadid, tepatnya menempati tenda di Maktab 1 (BTH 14), 2 (SUB 48), dan 7 (JKS 61).

“Kami telah menghubungi para keluarga korban. Sebagai wakil dari pemerintah, kami menyampaikan turut prihatin dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya para jamaah haji korban peristiwa Mina tahun 1436H/2015M,” ujarnya.

Ditegaskan Arsyad bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus berupaya mencari para jamaah korban peristiwa Mina. Upaya yang dilakukan antara lain dengan menginventarisir data jamaah dari para Ketua Kloter yang diduga pada waktu tersebut, melintas di sekitar kejadian.

“Melakukan penyisiran jamaah yang dirawat di seluruh rumah sakit Arab Saudi di kota Makkah,” tambahnya.

Arsyad mengimbau para jamaah agar mematuhi jadwal melontar jumroh yang sudah diinformasikan kepada para ketua kloter, ketua regu, dan ketua rombongan. Hal ini untuk menghindari resiko akibat kepadatan jamaah.

Sebelum ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berada di Arab Saudi terus mengintensifkan untuk identifikasi korban jemaah haji Indonesia akibat kecelakaan di Mina yang terjadi pada Kamis (24/09/2015) pagi.

“Petugas bekerja 24 jam untuk menjalin komunikasi ke beberapa rumah sakit yang ada di Mina dan Mekah untuk mengidentifikasi korban kecelakaan pada pagi kemarin itu,” kata Menag Lukman dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Rocky Gerung: Bagaimana Bisa Memajukan Indonesia jika Guru Menderita?

Rocky Gerung: Bagaimana Bisa Memajukan Indonesia jika Guru Menderita?

Eksepsi Terdakwa Ahok Dinilai Banyak tak Berdasar Hukum

Eksepsi Terdakwa Ahok Dinilai Banyak tak Berdasar Hukum

22 Persen Pengguna Narkoba Kalangan Pelajar dan Mahasiswa

22 Persen Pengguna Narkoba Kalangan Pelajar dan Mahasiswa

Irjen Kemenag: Penghulu Jangan Tidak Terima Uang

Irjen Kemenag: Penghulu Jangan Tidak Terima Uang

Saatnya Pemerintah Terlibat Aktif Cegah LGBT

Saatnya Pemerintah Terlibat Aktif Cegah LGBT

Baca Juga

Berita Lainnya