Senin, 15 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Nasional

Soal Perkawinan Sejenis, Gubernur Bali: Prosesi Hindu Bali Tak Boleh Dijualbelikan

manjanik
Gubernur Bali Made Mangku Pastika
Bagikan:

Hidayatullah.com–Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan bahwa prosesi ritual menurut agama Hindu tidak boleh dijualbelikan oleh kalangan penyelenggara kegiatan (event organizer).

“Tidak semua prosesi menurut Agama Hindu itu untuk siapa saja, apalagi dijual, itu tidak bisa,” kata Pastika di Denpasar, Minggu, menanggapi maraknya peredaran foto dua orang laki-laki di media sosial yang sebelumnya diduga melakukan perkawinan sejenis di salah satu hotel di kawasan Ubud, Gianyar, Bali dikutip Antara.

Setelah diselidiki polisi ternyata ritual yang dilakukan oleh pasangan sejenis itu di Bali bukanlah prosesi perkawinan, tetapi penglukatan (penyucian) yang difasilitasi pihak hotel dan event organizer.

Menurut Pastika, tetap saja hal tersebut sebagai bentuk penyimpangan.

“Meskipun penglukatan tidak bisa begitu saja dan ini menurut saya suatu penyimpangan, yang mungkin EO-nya tidak sadar, disangkanya itu boleh-boleh saja, tetapi sebenarnya tidak boleh,” ujarnya usai berorasi di acara “Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja” (PB3AS) itu.

Pastika mengatakan, seharusnya para tokoh masyarakat memberi pencerahan kepada para pemangku (pemuka agama) dan tokoh masyarakat yang di desa-desa itu supaya paham bahwa tidak semua prosesi menurut agama Hindu itu boleh untuk siapa saja, apalagi dijual.

“Saya berharap tidak boleh terjadi lagi, saya kira ini suatu peristiwa yang menyentak kita semua dan mengingatkan kita semua supaya tidak boleh terjadi lagi seperti itu,” ucapnya.

Menurut Pastika, silakan saja menggunakan nuansa Bali untuk tujuan komersial. Nuansa Bali yang dimaksud itu dicontohkan seperti berpakaian adat Bali ataupun ada tarian Balinya.

“Kalau upacara apapun judulnya itu, kalau menurut Agama Hindu dengan menggunakan pendeta, banten, dengan prosesi itu tidak boleh,” ucapnya.

Terkait dengan kasus ‘Perkawinan Sejenis’ yang sebelumnya diduga dilakukan di Bali itu, Polda Bali, Polres Gianyar, Pemerintah Kabupaten Gianyar, Majelis Utama Desa Pakraman dan pihak terkait itu bahkan sampai mengadakan penyelidikan dan pembahasan bersama.

Sebelumnya menurut Kepala Hubungan Masyarakat Polda Bali, Kompol Hery Wiyanto, pasangan di foto tersebut yang bernama Joe Tully dan Tiko Mulya itu sulit untuk dimintai keterangan karena sudah tidak berada di Bali.

“Mereka membooking hotelnya itu pada Desember 2014, dan pihak hotel kemudian mencari tahu, ternyata mereka akan melangsungkan pernikahan sejenis. Katanya waktu itu pihak hotel juga tidak menerima, tetapi yang kemarin itu katanya hanya pembersihan diri saja,” kata Hery.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Fahri Minta ke Mahathir Kasus Surat Suara Tercoblos Tak Ditutup

Fahri Minta ke Mahathir Kasus Surat Suara Tercoblos Tak Ditutup

Mendiknas Jamin Mahasiswa Bisa Kembali ke Mesir

Mendiknas Jamin Mahasiswa Bisa Kembali ke Mesir

FUI Akan Advokasi 12 Orang yang Ditahan Pasca Kerusuhan Tanjungbalai

FUI Akan Advokasi 12 Orang yang Ditahan Pasca Kerusuhan Tanjungbalai

YLKI: Audit Komprehensif Produsen Suplemen Makanan Ber-DNA Babi

YLKI: Audit Komprehensif Produsen Suplemen Makanan Ber-DNA Babi

Perlu Komitmen Negara-negara Muslim Entaskan Kemiskinan Lewat Zakat

Perlu Komitmen Negara-negara Muslim Entaskan Kemiskinan Lewat Zakat

Baca Juga

Berita Lainnya