Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Tujuan Perkawinan Homo di Bali Dinilai untuk Sebarkan Pahamnya

Youtube
Pakar Tafsir Dr. Saiful Bahri
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pakar Tafsir Dr. Saiful Bahri menilia bahwa munculnya perkawinan sejenis yang diduga digelar di Ubud Bali ini sudah pasti ada indikasi upaya kaum Lesbian, Homoseksual, Biseksual, dan Transgender (LGBT) ingin menyebar luaskan pahamnya di Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, muncul foto-foto perkawinan sesama jenis di media sosial yang diduga dilakukan oleh dua pria bernama Joe Tully dan Tiko Mulya sebagaimana diposting pemilik akun Facebook Ali Subandoro, mendapat reaksi berbagai kalangan.

Saiful menjelaskan bahwa dalam surat al-Ankabut Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan penjelasan kepada manusia bahwa bahasa mereka (pelaku LGBT) ada dua yaitu naadzikumulmunkar dan watafsauunassabila, artinya mereka itu bisa mencuri, merampok dan lain sebagainya.

“Mereka membahayakan ekonomi, dan mempunyai club artinya mereka itu memiliki anggota dan merekrut jaringan (adanya mafia),” jelas Saiful saat dihubungi hidayatullah.com, Jum’at (18/09/2015).

Saiful mengatakan faktor penyebab munculnya LGBT itu banyak, seperti dari faktor keturunan (meski sangat kecil dan sedikit sekali,red), kecewa, pelampiasan, broken home, salah pergaulan dan ini lebih kepada rekayasa social (faktor yang paling banyak). Berarti kalau bicara rekayasa sosial, lanjutnya, ada campur tangan jaringan keburukan.

“Itu sudah pasti dan dalam al-Qur’an juga ada. Saat zaman Nabi luth ketika datang Nabi Ibrahim dan Malaikat, itu mereka tidak langsung menggrebek tetapi menunggu, itu menandakan bahwa mereka terorganisir.”

Ketika itu, mereka menyusun strategi untuk menjebak mangsa. Maka jebakan-jebakan ini juga akan berlaku di zaman sekarang. Tetapi, zaman itu Allah langsung menyelamatkan dan itu sudah titik kulminasi keburukan dan endingnya Allah mengadzab mereka di waktu menjelang subuh hari.

Saiful menegaskan pertama LGBT ini penyakitnya menular, kedua sengaja ditularkan karena itu sama dengan misalnya Iblis yang sudah tahu LGBT ini kelainan dan sudah divonis dengan laknat oleh Allah tetapi tetap saja mereka mengajak orang untuk mengikutinya.

Selain itu, intinya ada dua, pertama mereka (kaum LGBT) itu komunitas dan kedua komunitas itu akan terus merekrut anggota sebanyak mungkin untuk membela pembenaran yang sebetulnya itu adalah suatu kelainan yang –istilahnya bahasa mereka— mohon bisa dipahami.

“Namun, bagi kita itu sebetulnya bukan kelainan namun sesuatu penyakit yang harus diobati dan direhabilitasi,”

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tengku Zulkarnain Doakan Kesembuhan Ustadz Arifin Ilham

Tengku Zulkarnain Doakan Kesembuhan Ustadz Arifin Ilham

Perayaan Tahun Baru, 8 Warga di Bali Kena Petasan Masuk Rumah Sakit

Perayaan Tahun Baru, 8 Warga di Bali Kena Petasan Masuk Rumah Sakit

Pesantren Darussalam Gontor Gelar Multaqo Ulama Se- Asia

Pesantren Darussalam Gontor Gelar Multaqo Ulama Se- Asia

Kerisauan Taufiq Ismail atas Kondisi Bangsa Indonesia Saat ini

Kerisauan Taufiq Ismail atas Kondisi Bangsa Indonesia Saat ini

Komisi III janji Bicara dengan Kapolri terkait Pelecehan di Mako Brimob

Komisi III janji Bicara dengan Kapolri terkait Pelecehan di Mako Brimob

Baca Juga

Berita Lainnya