Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Investasi Timur Tengah di Indonesia Meningkat

Setkab.go.id
Presiden Joko Widodo saat berpidato di forum bisnis dan investasi Indonesia dan Qatar, di Doha, Qatar, Senin (14/9).
Bagikan:

Hidayatullah.com – Investasi negara Timur Tengah di Indonesia masih terbilang kecil bila dibandingkan dengan nilai yang ditanamkan negara maju di Asia lainnya. Akan tetapi, jumlahnya cenderung terus meningkat.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan optimistis kunjungan Presiden Joko Widodo ke tiga negara Timur Tengah, akan meningkatkan investasi negara-negara tersebut di Indonesia.

Saat ini, kata Franky, tren investasi negara Timur Tengah, khususnya Persatuan Emirat Arab (PEA), meningkat walupun secara nilai masih relatif lebih kecil dibanding negara lainnya, seperti Jepang dan Korea Selatan.

“Jika melihat nilai realisasi investasi dan pengajuan Izin Prinsip dari Persatuan Emirat Arab terlihat ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Memang harus diakui, nilai investasi negara Timur Tengah ke Indonesia masih relatif kecil, apabila dibandingkan dengan negara-negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan. Kunjungan Presiden Jokowi saat ini diharapkan dapat meningkatkan minat investasi mereka ke Indonesia,” ujar Franky dalam keterangan resminya dikutip laman Bareksa, Selasa (14/9).

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi PEA di Indonesia pada semester I-2015 sebesar US$13,61 juta, naik beberapa kali lipat dibanding investasi pada semester I-2014 sebesar US$1,57 juta.

Nilai realisasi investasi PEA secara keseluruhan periode 2010-2015 (semester I) mencapai US$107,4 juta, di luar sektor keuangan dan hulu migas. Sedangkan pengajuan Izin Prinsip dari Persatuan Emirat Arab periode Januari-Agustus 2015 sebesar US$199,80 juta, naik 216 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$64,9 juta.

Sementara itu, BKPM juga mencatat nilai realisasi investasi kawasan Timur Tengah di Indonesia periode 2010-2015 (semester I) berjumlah US$ 440 juta, di luar sektor keuangan dan hulu migas.

Investasi tersebut terdiri atas 235 proyek yang menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung. Nilai realisasi investasi kawasan Timur Tengah di Indonesia dalam lima tahun terakhir tumbuh rata-rata 49 persen per tahun.

“Nilai realisasi investasi tersebut masih jauh dari potensi kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah. Nilai investasi asing dari kawasan Timur Tengah di dunia periode 2010-2015 (semester I) mencapai US$180 miliar, sehingga potensi investasi dari negara-negara Timur Tengah masih cukup besar,” ujar Franky.

Franky menambahkan, BKPM akan memaksimalkan keberadaan kantor perwakilan di Abu Dhabi untuk memasarkan potensi investasi Indonesia di negara-negara Timur Tengah.

“Terlebih sektor utama tujuan investasi negara-negara Timur Tengah, sebenarnya sejalan dengan sektor prioritas kita, terutama properti (pengembangan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri), industri pengolahan migas dan mineral, pengembangan kawasan wisata, serta energi terbarukan (panas bumi, air, surya, dan biomassa),” katanya.

Tujuan Ekspor

Sementara itu dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Presiden Joko Widodo mengundang investor asal Timur Tengah khususnya PEA untuk terlibat dalam investasi sejumlah proyek nasional.

Presiden menyebutkan, Indonesia saat ini berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur berupa 24 pelabuhan laut, 15 airport baru, jalan tol 1.000 km, jalan antar provinsi 2.600 km, ada 49 bendungan dan pembangkit listrik ada 35.000 MW. Selain itu, Presiden juga menyebutkan pengembangan transportasi massal di 23 kota-kota besar.

Di bidang investasi, PEA memiliki potensi sovereign wealth funds yang cukup besar. PEA merupakan salah satu investor besar dari Timur Tengah ke Indonesia yang selain melakukan investasi portofolio, tapi juga melakukan investasi langsung dengan nilai PMA sebesar US$25,36 juta pada 2014.

“Saya menyambut kedatangan saudara di negara yang semua kesempatan berbisnis terbuka lebar. Datang dan berinvestasilah di Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya di forum bisnis dan investasi Indonesia dan Qatar, di Doha, Qatar, Senin (14/09/2015) kemarin.

Saat ini kata Presiden Jokowi merupakan waktu yang tepat bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Ia menyebutkan, seluruh peluang bisnis di Indonesia menjanjikan dengan iklim dan kepastian berusaha yang sangat baik.*

 

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengamat: Perubahan Konstitusi, Erdogan Bisa Pimpin Turki hingga 2029

Pengamat: Perubahan Konstitusi, Erdogan Bisa Pimpin Turki hingga 2029

Anggota DPD RI: Waspadai LGBT!

Anggota DPD RI: Waspadai LGBT!

Kemenag: Santri Jauh dari Intoleransi, Pemberontakan, Apalagi Terorisme

Kemenag: Santri Jauh dari Intoleransi, Pemberontakan, Apalagi Terorisme

Maklumat Pimpinan Umum, Hidayatullah  Mengikuti Hasil Sidang Isbat Pemerintah

Maklumat Pimpinan Umum, Hidayatullah Mengikuti Hasil Sidang Isbat Pemerintah

Wartawan Senior: Keterlaluan, Tempo masuk Jurnalisme Prasangka

Wartawan Senior: Keterlaluan, Tempo masuk Jurnalisme Prasangka

Baca Juga

Berita Lainnya