Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketum IMM Menilai Pemerintah Telah Kehilangan Orientasi

Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Beni Pramula menilai bahwa pemerintahan saat ini telah kehilangan orientasi.

“Itu indikasinya banyak, dari mulai janji-janji yang sampai hari ini tidak ada satupun yang terealisasi, padahal ini sudah semester 1 dan berjalan setahun,” kata Beni kepada hidayatullah.com di Jakarta, belum lama ini.

Beni menambahkan seperti janji untuk merampingkan kabinetnya tetapi tidak terpenuhi sampai saat ini, berjanji tidak bagi-bagi kekuasaan tetapi di dalamnya ada unsur politik semua, serta kemudian dengan melepaskan harga BBM ke pasar itu sama dengan Neolib dan sangat bertentangan dengan nawacita yang sering didengung-dengungkan Jokowi.

“Dia bilang tidak akan ketergantungan sama asing (terutama IMF) tetapi IMF kemarin datang masuk agenda,” imbuhnya.

Untuk itu, Beni menegaskan bahwa sejumlah elemen seperti mahasiswa, pemuda, pedagang kaki lima, buruh serta para aktivis lintas generasi, akan segera mendeklarasikan gerakan Barisan Oposisi Nasional (BON) sebagai penyeimbang serta mengontrol terhadap kebijakan-kebijakan Jokowi.

“Bila kondisi ekonomi Indonesia tidak juga pulih, ataupun tim ekonomi Jokowi tetap tidak punya orientasi dan hasil kerja yang signifikan untuk menyelesaikan problem ini, maka kita akan menggalang revolusi besar-besaran yang akan dimulai dari bawah. Dan targetnya adalah turunkan Jokowi-JK,” ujarnya.

BON, kata Beni, dideklarasikan karena sekarang bangsa Indonesia sudah tidak bisa berharap kepada partai politik yang saat ini tidak masuk dalam pemerintahan. Saat ini semua partai tidak punya orientasi sebagai partai penyeimbang ketika sedang tidak berkuasa. Padahal, seharusnya partai menjadi alat kontrol untuk mengawasi dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak membawa pada kemajuan bangsa ini.

“Meski Indonesia tidak mengenal oposisi, tetapi setidaknya ketika partai politik berada di luar pemerintahan, mereka bisa menggunakan forum itu untuk menjadi balance (penyeimbang,red),” pungkasnya.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Wapres Minta Asing Hormati Hukum Indonesia

Wapres Minta Asing Hormati Hukum Indonesia

Menag: Rumah Ibadah bisa digunakan sebatas Bukan untuk Kampanye

Menag: Rumah Ibadah bisa digunakan sebatas Bukan untuk Kampanye

MUI Tangsel Tegur 25 Pemilik Tempat Hiburan

MUI Tangsel Tegur 25 Pemilik Tempat Hiburan

PBNU Sebaiknya Bijak Tanggapi Protes PW

PBNU Sebaiknya Bijak Tanggapi Protes PW

Liberalisme dan Neo Komunisme sedang Bersatu Melawan Nasionalisme dan Islam

Liberalisme dan Neo Komunisme sedang Bersatu Melawan Nasionalisme dan Islam

Baca Juga

Berita Lainnya