Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Tebar Hewan Qurban,PKPU Prioritaskan Daerah “Kumis”

Bagikan:

Hidayatullah.com–PKPU menggulirkan program Qurbanisasi sebagai jembatan kaum urban yang tinggal di perkotaan untuk berqurkan melalui lembaganya dengan tujuan agar distribusi hewan/daging qurban tidak lagi menumpuk di wilayah perkotaan saja.

“Secara leksikal istilah Qurbanisasi kita artikan sebagai perpindahan hewan quran dari yang berkecupan (wilayah urban/perkotaan) kepada yang membutuhkan khususnya di wilayah perdesaan di Indonesia,”jelas Romdhon Hidayat selaku Ketua Sebar Qurban Nusantara (SQN) PKPU di Bandung,Rabu (9/9/2015).

Sebaliknya,hewan-hewan qurban yang kebanyakan dari para pekurban yang tinggal di perkotaan dapat didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan khususnya wilayah pelosok desa.

Menurutnya untuk 2015 ini sedikitnya sudah ada 23 ribu pekurban yang telah menitipkan hewan qurban kepada PKPU. Rencananya hewan qurban tersebut akan didistribusikan ke 23 Provinsi di Indonesia serta 9 negara lainnya khususnya Negara –negara yang daerahnya masih mengalami konflik kemanusiaan seperti Palestina,Somalia,Rohingya dan sebagainya. Selain itu hewan quran tersebut juga akan didistribusikan ke beberapa wilayah yang menjadi tujuan para pengungsi atas adanya konflik tersebut,seperti wilayah Aceh yang menampung pengungsi dari Rohingya.

Sementara itu Surisman Thoyib,selaku Branc Manager PKPU Bandung menambahkan,untuk sebaran program Qurbanisasi pihaknya akan memilih daerah-daerah di Indonesia dan juga beberapa Negara lainnya dengan pertimbangan daerah tersebut jarang tersentuh distribusi daging qurban. Juga daerah yang sedang mengalami krisis kemanusiaan dan juga pangan serta kekeringan seperti wilayah Gunung Kidul di Yogyakarta dan Wonogiri di Jawa Tengah.

Demikian juga daerah minoritas muslim seperti Papua dan sekitarnya akan menjadi wilayah distribusi. Selain daerah-daerah rawan pangan dan gizi di berbagi pelosok,program Qurbanisasi juga diprioritaskan akan menyisir daerah-daerah pinggiran kota yang juga sangat membutuhkan.

“Istilahnya daerah “kumis” atau kumuh dan miskin yang tidak bisa kita pungkiri masih ada dipinggiran kota-kota besar. Kita harapkan program ini selain sebagai syiar Islam juga akan bisa menjadi edukasi bersama,”pungkasnya. *

Rep: Ngadiman Djojonegoro
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PP tentang Aborsi Bisa Disalahgunakan Pelaku Perzinahan

PP tentang Aborsi Bisa Disalahgunakan Pelaku Perzinahan

Pejuang Subuh Akan Buka Cabang Luar Negeri

Pejuang Subuh Akan Buka Cabang Luar Negeri

Muhammadiyah: Valentine’s Day Bukan Budaya Islam Tapi Budaya Gereja

Muhammadiyah: Valentine’s Day Bukan Budaya Islam Tapi Budaya Gereja

Habib Hanif Menjawab Tuduhan seputar Shaf Shalat Jamaah di GBK

Habib Hanif Menjawab Tuduhan seputar Shaf Shalat Jamaah di GBK

keuangan syariah milenial

Rayakan Milad Masjid ke-43, Ma’ruf Amin Luncurkan Program New Istiqlal

Baca Juga

Berita Lainnya