Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Hidayatullah Jajaki Kerjasama dengan LIPIA

Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) Jakarta
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan (LPP) Hidayatullah Balikpapan, Abdul Ghofar Hadi mengatakan pihaknya menjajagi kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) Jakarta.

Sebelum ini, menurut Ghofar, Syeikh Sulaiman ibn Ali ar-Ruyis (Dekan Diploma LIPIA) sempat berkunjung secara khusus ke Pesantren Hidayatullah, Balikpapan untuk mengadakan muqabalah (tes wawancara) kepada sejumlah santri Hidayatullah Balikpapan (22/08/2015). Turut serta dalam kunjungan Syeikh Sulaiman, Umar Makka, Lc, M.Pd.I yang juga dosen pengajar di LIPIA.

Sebanyak 11 orang santri putra-putri Hidayatullah Balikpapan dinyatakan lulus untuk melanjutkan pendidikan di Progam Diploma Pendidikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) Jakarta.

Di hadapan warga Pesantren Hidayatullah, Sulaiman menyatakan bahwa sejak awal berdiri LIPIA telah berkomitmen untuk mengajarkan bahasa Arab sebagai kontribusi LIPIA terhadap perkembangan dakwah dan pendidikan di Indonesia.

“Bahasa Arab bukan sekedar bahasa persatuan umat Islam, tapi juga sebagai bahasa al-Qur’an dan jati diri agama Islam,” ungkap Sulaiman menerangkan.

Dalam kunjungan sehari tersebut, Sulaiman juga menyampaikan apresiasi atas upaya Pesantren Hidayatullah yang dinilainya concern dengan pembinaan masyarakat melalui program dakwah dan tarbiyah. Olehnya Sulaiman berharap ada jalinan kerjasama yang lebih intens antara LIPIA Jakarta dan Hidayatullah dalam mengembangkan pengajaran bahasa Arab.

“LIPIA membuka diri untuk menampung mahasiswa yang ingin memperdalam bahasa Arab dan ilmu keislaman lainnya,” ucap Syekh Sulaiman.

Lebih jauh, Sulaiman juga menerangkan secara ringkas profil program Diploma Pendidikan yang kini dikepalainya di LIPIA Jakarta.

Menurut Sulaiman, program Diploma lebih khusus akan mempelajari metode pengajaran bahasa Arab dan bukan sekedar belajar dasar bahasa Arab seperti tingkatan I’dad Lughawi (persiapan bahasa Arab) atau Takmili (penyempurnaan bahasa Arab).

Untuk itu, kelas Diploma mempersyaratkan program tersebut khusus bagi dosen bahasa Arab atau guru-guru yang telah mengajar bahasa Arab sebelumnya. Sedianya kuliah akan berlangsung selama setahun dengan perkuliahan intensif lima hari dalam sepekan.

“Calon mahasiswa dipersyaratkan sudah punya pengalaman mengajar bahasa Arab sebelumnya” Imbuh Sulaiman kembali. */Masykur Abu Jaulah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

GeNAM Tagih Janji Ahok Soal Perda Pelarangan Miras

GeNAM Tagih Janji Ahok Soal Perda Pelarangan Miras

Halal Institute Tanggapi Langkah LPPOM MUI Gugat UU JPH ke MK

Halal Institute Tanggapi Langkah LPPOM MUI Gugat UU JPH ke MK

BPOM: Tidak Benar Hydro Oxy Mouth Bisa Menangkal Virus Corona

BPOM: Tidak Benar Hydro Oxy Mouth Bisa Menangkal Virus Corona

Pasca 11 September Muslim Amerika Dituntut Jelaskan Islam yang Sebenarnya

Pasca 11 September Muslim Amerika Dituntut Jelaskan Islam yang Sebenarnya

Seorang Pelajar WNI Bebas dari Penyanderaan di Yaman

Seorang Pelajar WNI Bebas dari Penyanderaan di Yaman

Baca Juga

Berita Lainnya