Sabtu, 23 Oktober 2021 / 16 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Adi Sasono: Lawan Ketergantungan Asing dengan Keswadayaan Nasional

Bagikan:

Hidayatullah.com — Bangsa Indonesia harus menggerakkan keswadayaan nasional sehingga ketergantungan pada pihak luar termasuk terhadap mata uang asing lainnya dapat diurai. Sehingga dolar mau naik berapapaun tidak ada masalah.

Demikian dikatakan mantan Menteri Koperasi dan UKM era Kabinet Reformasi Pembangunan yang kini Ketua Umum Coop Indonesia Foundation, Adi Sasono.

“Kita kan tidak makan dolar. Harganya berapa terserah saja. Intinya kita harus membangun kemandirian,” kata Adi Sasono kepada hidayatullah.com  di Jakarta belum lama ini.

Adi Sasono menegaskan, Allah Ta’ala memberikan semua kepada kita untuk hidup cukup. Ada sumber pangan, sumber energi. Semua ada.

“Kita menjadi sakit kepala karena dolar naik karena dalam komsumsi kita ada komponen impor yang seharusnya tidak perlu. Kenapa kita harus makan yang komponen impor, kan gitu,” terangnya.

Karena itu, kata Adi, kita bisa melawan ketergantungan pada asing dengan membangun keswadayaan nasional. Kedua, kita harus membangun kemandirian.

Jangan sampai, lanjut Adi, untuk makan sehari-hari saja harus impor. Padahal sejak zaman Majapahit dulu kita nggak pernah impor. Bahkan, terangnya, kita bisa mandiri bahkan kita membangun armada dahsyat waktu itu dan jadi penguasa di Asia Tenggara. Begitu pula di masa kerajaan Sriwijaya pada abad ketujuh.

“Setelah merdeka, banyak orang pintar, kok malah bergantung impor. Dan kalau mata uang asing gonjang-gonjing kita ikut terkena. Jadi harusnya dasar ekonomi kita meningkatkan ekonomi domestik yang membuat posisi perdagangan internasional hanya ujungnya saja,” ujarnya.

Dia menegaskan jangan kehidupan kita tergantung atau terpengaruh sekali oleh barang-barang impor. Itu artinya kita harus membangun sumber daya manusia kita.

“Kita harus membangun SDM yang mampu dan ternyata anak-anak kita pinter-pinter. Dengan pokok-pokok itu kita bisa mengurai ketergantungan kita pada mata uang asing,” katanya.

Dia menambahkan, fluktuasi nilai dolar atau mata uang asing itu akan selalu terjadi berulang. Menurutnya, kita tidak usah terlalu risau dengan masalah ini yang penting kita melakukan tindakan agar kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan, kita harus mampu sendiri. Artinya, dalam suatu unit kreatif kecil, kita bisa hidup dan bahkan bisa memakrokannya.

“Seperti Hidayatullah (Kampus Gunung Tembak) yang awalnya gersang bisa dibikin hijau. Ada danau buatan. Itu tidak dibantu oleh Amerika, kan. Hidayatullah bisa membuktikan masyarakat kita itu masyarakat yang perkasa, bukan masyarakat yang bergantung pada pihak luar,’ selorohnya.

Bincang-bincang lebih jauh Hidayatullah.com dengan Adi Sasono ini dapat juga diikuti pembaca melalui tayanyan video di kanal Hidayatullah TV.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tutup Usia di Sulawesi, Suami Khofifah Dimakamkan di Surabaya

Tutup Usia di Sulawesi, Suami Khofifah Dimakamkan di Surabaya

Menjaga Kesehatan Bagian dari membangun Peradaban Islam

Menjaga Kesehatan Bagian dari membangun Peradaban Islam

Warga Bandung Kulon Mengadu ke Dewan Soal Tempat Ibadah Liar

Warga Bandung Kulon Mengadu ke Dewan Soal Tempat Ibadah Liar

MA Diminta Keluarkan Fatwa untuk Pemberhentian Sementara Ahok

MA Diminta Keluarkan Fatwa untuk Pemberhentian Sementara Ahok

Puluhan Kiai Pengurus PKB dan PKNU Gabung ke PPP

Puluhan Kiai Pengurus PKB dan PKNU Gabung ke PPP

Baca Juga

Berita Lainnya