Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ini Desakan MUI Kepada Pemerintah Terkait Tragedi Tolikara

Yahya/hidayatullah.com
Munas MUI ke-IX di Garden Palace Hotel, Surabaya, Senin (24/08/2015)
Bagikan:

Hidayatullah.com – Isu Tolikara menjadi isu utama pada saat sidang komisi D tentang Rekomendasi pada Musyawarah Nasional (Munas) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Garden Palace Hotel, Surabaya belum lama ini.

Dalam rekomendasi nomor 2 tersebut MUI mendesak kepada Pemerintah melalui pihak kepolisian untuk segera menangkap dan memproses secara hukum pelaku dan actor intelektual di balik penyerangan tragedi Tolikara.

“Tragedi Tolikara adalah penyerangan oleh jemaat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) terhadap umat Islam yang sedang melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1436 H / 17 Juli 2015 di Tolikara, dan pembakaran yang menyebabkan terbakarnya rumah kios dan masjid Baitul Mutaqqin (sesuai nama di lapangan) telah menghilangkan tempat usaha dan rumah ibadah umat Islam. Peristiwa ini adalah pelanggaran HAM terhadap umat Islam,” demikian sikap MUI dalam rekomendasinya sebagaimana dikirim oleh Humas Munas, Mohammad Yunus ke hidayatullah.com.

Mensikapi masalah ini, MUI mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk:

Satu, menegakkan hukum terhadap pelaku dan aktor intelektual secara adil, tegas, dan transparan sesegera mungkin.

Dua, membangun kembali rumah kios dan masjid baru di lokasi tanah yang bersertifikat milik umat Islam Tolikara.

Tiga, melakukan pengusutan terhadap Perda-perda tentang pendirian rumah ibadah dan kepemilikan tanah yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Empat, menangani pengungsi secara adil dan manusiawi.

Lima, menjamin kemerdekaan umat beragama khususnya umat Islam untuk menjalankan ibadahnya.

Enam, melaksanakan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah tentang Pemberdayaan Kerukunan Umat Beragama, Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadat.*/Yahya G. Nasrullah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengamat Ingatkan,  Sutiyoso Sekarang Ketua BIN, Bukan Intel Jokowi

Pengamat Ingatkan, Sutiyoso Sekarang Ketua BIN, Bukan Intel Jokowi

Perintis LPPOM MUI Prof Aisjah Girindra Berpulang

Perintis LPPOM MUI Prof Aisjah Girindra Berpulang

Sulaiman Resto, Restoran Sarat Nilai Dakwah

Sulaiman Resto, Restoran Sarat Nilai Dakwah

Ustadz Arifin Ilham Meninggal

Ustadz Arifin Ilham Meninggal

Masjid Raya Darussalam Palangkaraya Direnovasi Rp 120 Miliar

Masjid Raya Darussalam Palangkaraya Direnovasi Rp 120 Miliar

Baca Juga

Berita Lainnya