Ahad, 14 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Nasional

Jadikan Tahlilan Sebagai Barometer Pancasilais adalah Pemikiran Sempit

ilustrasi
Sebagaian anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah tokoh Muhammadiyah
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menjadikan ukuran seseorang itu pancasilasis atau tidak pancasilais dengan hanya suka tahlil atau tidak tahlil dinilai sebagai sebuah pemikiran yang sempit.  Demikian disampaikan pemerhati pemikiran Islam, Adnin Armas, MA.

“Ucapan Dr Aqil Siraj yang menyatakan jika anti tahlilan berarti pancasilanya diragukan menunjukkan pikirannya yang sempit,” tegas Adnin dalam rilisnya yang diterima hidayatullah.com, Sabtu (29/08/2015) pagi.

Pernyataan Adnin ini disampaikan guna menanggapi pemberitaan sebelulumnya,  dalam acara halaqah kebangsaan bertema “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat” di Aula Gedung PBNU Lantai 8, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Dalam halaqah itu, Saiq Aqil sempat mengatakan bahwa orang yang tahlilan pancasilanyamantap, sedang yang anti tahlilan diragukan. [baca: Said Aqil: Kalau Anti Tahlilah Kita Ragukan Pncasilanya].

Menurut Adnin, pernyataan seperti itu hanya akan melukai hati bangsa Indonesia yang tidak mengamalkan tahlilan. Sebab, lanjutnya, banyak warga negara Indonesia yang tergabung dalam berbagai ormas seperti Muhammadiyah, Persis, al-Irsyad, Dewan Da’wah dan sebagainya yang tidak mengamalkan tahlilan.

Adnin menyebutkan bahwa banyak tokoh umat Islam baik itu yang dahulu maupun sekarang, yang tidak diragukan perjuangannya pada Indonesiaan tetapi mereka sekaligus tidak mengamalkan tahlilan.

“Misalnya, tokoh-tokoh bangsa dari Muhammadiyah termasuk yang merumuskan Pancasila adalah tokoh tokoh yang tidak mengamalkan tahlilan,” kata Adnin.

Ia menyebut beberapa nama pejuang kemerdekaan yang mayoritas adalah ulama dari Muhammadiyah.  Ia mencontohkan, Prof Dr Mr Raden Kasman Singodimejo, Ki Bagoes Hadikoesoemo, Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir yang terlibat langsung dalam Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junby Cosakai/BPUPKI).

Menurutnya, sispa yang berani meragukan nama-nama ini dalam pembelaan pada Negara dan Bangsa?

Lebih lanjut, menurut Adnin,  masalah tahlilan adalah khilafiyah. Dan menjadikan masalah khilafiyah sebagai kriteria pancasilais adalah sikap yang justru tidak pancasilais.

“Aqil tidak bijak menjadikan tahlilan sebagai barometer pancasilais,” pungkas Adnin.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

SAR Hidayatullah turut Evakuasi Korban Banjir Kampung Melayu

SAR Hidayatullah turut Evakuasi Korban Banjir Kampung Melayu

Fauzil Adhim:  Bangun Komunikasi yang Baik dengan Anak Sejak Dini

Fauzil Adhim: Bangun Komunikasi yang Baik dengan Anak Sejak Dini

Pengusaha Makanan dan Minuman Apresiasi Kinerja LPPOM MUI

Pengusaha Makanan dan Minuman Apresiasi Kinerja LPPOM MUI

Komunitas Muslim Tionghoa Nobatkan Habib Rizieq Shihab “Man of The Year 2016”

Komunitas Muslim Tionghoa Nobatkan Habib Rizieq Shihab “Man of The Year 2016”

Polisi Diminta Usut Tuntas Penyertaan Kalimat Tauhid Video Pengeroyokan Haringga

Polisi Diminta Usut Tuntas Penyertaan Kalimat Tauhid Video Pengeroyokan Haringga

Baca Juga

Berita Lainnya