Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketum PBNU Ajak Bangsa Indonesia Mewaspadai Kebangkitan PKI

ACHMAD FAZERI/HIDCOM
KH Said Aqil Siraj (pakai kopyah hitam) saat jadi pembicara dalam Halaqah Kebangsaan "Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat"
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siraj mengatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) yang termasuk dalam gerakan berhaluan kiri itu akan selalu muncul.

“Karenanya, seluruh elemen bangsa Indonesia harus mewaspadai keberadaan dan kebangkitannya. Jelas harus waspada,” tegas kyai Said usai Halaqah Kebangsaan bertema “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat” di Aula Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (26/08/2015).

Menurut kyai Said, bangsa Indonesia harus sadar dengan budaya dan karakterya. Sehingga, lanjutnya, jatidiri bangsa tidak luntur oleh pengaruh kelompok ekstrim kanan seperti, Liberal, Sekuler maupun Atheis.

“Begitu juga dengan ekstrim kiri yang seakan-akan masih menjadi bahaya bagi Indonesia,” imbuh kyai Said.

Kyai Said menyebutkan bahwa PKI adalah tantangan potensial bagi Indonesia. Nahdhatul Ulama, katanya, menilai bahwa kelompok ekstrim kiri seperti PKI masih menjadi bahaya bagi bangsa ini.

“PKI selalu menjadi tantangan potensial dan selalu harus kita jadikan tantangan,” pungkas kyai Said.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Achmad Fazeri

Bagikan:

Berita Terkait

PKS Salurkan Lebih Rp 68,9 Miliar Bantu Korban dan Penanganan Covid-19

PKS Salurkan Lebih Rp 68,9 Miliar Bantu Korban dan Penanganan Covid-19

Ketua MUI Usulkan DMI Buat Kurikulum Khutbah Jumat

Ketua MUI Usulkan DMI Buat Kurikulum Khutbah Jumat

Pasca Perusakan Mushalla, Kemenag Minahasa Utara Setujui Pendirian Masjid

Pasca Perusakan Mushalla, Kemenag Minahasa Utara Setujui Pendirian Masjid

Larang Siswa SD-SMP Menonton Film G30S/PKI, Mendikbud Dinilai Berlebihan

Larang Siswa SD-SMP Menonton Film G30S/PKI, Mendikbud Dinilai Berlebihan

SAFEnet: Pembatasan Akses Medsos Mengekang Kebebasan Berekspresi

SAFEnet: Pembatasan Akses Medsos Mengekang Kebebasan Berekspresi

Baca Juga

Berita Lainnya