Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dakwah Islam Akan Kokohkan NKRI

Ainuddin Chalik/Hidayatullah.com
Iliustrasi: Program Dai Tangguh LAZNAS BMH dikirim mengabdi di masyarakat ke berbgai pelosok nusantara
Bagikan:

Hidayatullah.com — Tegaknya Islam akan dimulai dari nusantara Indonesia dengan iringan dakwah yang merangkul menjangkau semua lapisan. Tanpa dakwah, NKRI akan terancam sebab mayoritas penduduk negeri adalah umat Islam.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah, Abdul Mannan, saat melepas 30 dai program Inspirasi Dai Tangguh LAZNAS BMH di Kota Depok, Jawa Barat, pekan lalu ditulis pada Rabu, (19/08/2015).

“NKRI dan Pancasila akan terjamin di tangan orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” kata Abdul Mannan.

Kepada para sarjana lulusan tahun 2015 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) yang sepenuhnya mendapat beasiswa dari BMH ini, Abdul Mannan mengingatkan bahwa misi Hidayatullah adalah misi Kaaffatan Linnaas Rahmatan lil ‘Alamiin yang ingin meng-Hidayatullah-kan umat manusia seluruh dunia.

“Hidayatullah yaitu hidayah Allah. Kita ingin semua manusia bisa merasakan nikmat dan indahnya Islam ini,” ujarnya.

Abdul Mannan mengemukakan, para dai muda ini tidak tahu sama sekali akan ditugaskan mengabdi di mana. Sebelum SK Tugas dibacakan mereka belum tahu di mana mereka akan diterjunkan.

“Mungkin nanti ada yang nangis, ya urusannya. Tidak ada istilah pulang dalam jihad, yang ada adalah tugas¬†untuk Puang (Tuhan),” selorohnya seraya mengutip¬†sebutan Tuhan dalam bahasa Bugis.

Abdul Mannan, mengatakan kalau ada kader yang kemudian bersedih dengan segala beban tugasnya di tempat tugas, dalam hati terdalam sebenarnya ikut terenyuh juga.

“Tapi kita tetap lepas dengan air mata. Tapi mereka yakin bahwa Allah Ta’ala di Irian itu juga yang ada di Jawa. Allah Ta’ala di Depok, di Sumatera, di Makkah, adalah Allah yang satu yang memiliki alam semesta ini,” pesannya.

Kepada para dai ini Abdul Mannan berpesan untuk tidak khawatir. Ia mengingatkan bahwa tugas dai adalah tugas pengabdian untuk universalitas kemanusiaan. Karenanya ia mengimbau para dai untuk mengedepankan akhlak yang baik kapan dan dimanapun berada.

“Wasjud waqtarib, begitu pesan Allah. Jika tantangannya berat dan menantang, maka wasjud waqtarib. Sujudlah dan dekatkan diri pada Allah Ta’ala,” katanya.

Menurut dia, spiritualitas adalah senjata utama untuk menghadapai berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapi. Sebab itu, Abdul Mannan berpesan agar para dai senantiasa memelihara ibadah qiyaamul lail dan tartiilul Qur’an.

“Pesan saya, bangun tahajjud di tengah malam, baca Al Qur’an sebagai sumber inspirasi utama sebelum baca koran. Bermunajatlah kepada Allah Ta’ala agar tugas kalian sukses menurut penilain-Nya. Itu harus dipegang betul. Tanpa itu kita akan terseret oleh dinamika kehidupan yang sangat tidak kenal ampun,” pesannya.

Ia menambahkan, teori yang dipelajari di ruang kuliah belum tentu cocok dengan keadaan di lapangan karena itu seorang sarjana harus selalu belajar dan berlatih.

Abdul Mannan memungkasi dengan menekankan pentingnya 3 hal dalam setiap tugas dan amanah yang dijalankan yaitu niat yang selalu terjaga, ibadah ikhlas karena Allah, dan kerja cerdas dan keras.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Anak-cucu Dibebani Utang Negara, UU Keuangan Negara Digugat

Anak-cucu Dibebani Utang Negara, UU Keuangan Negara Digugat

Kemenag Gelar Pameran Foto ‘Uzbekistan Negeri Para Imam’

Kemenag Gelar Pameran Foto ‘Uzbekistan Negeri Para Imam’

Prabowo Dilarang Shalat Jumat di Masjid Agung Semarang, BPN Prihatin

Prabowo Dilarang Shalat Jumat di Masjid Agung Semarang, BPN Prihatin

Lieus Sungkharisma: Mestinya Jokowi Marah atas Kejadian di Uighur

Lieus Sungkharisma: Mestinya Jokowi Marah atas Kejadian di Uighur

Pemerintah Didesak Serius Atasi Masalah TKI di Luar Negeri

Pemerintah Didesak Serius Atasi Masalah TKI di Luar Negeri

Baca Juga

Berita Lainnya