Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

KPAI Gelar KPAI Award Sebagai Anugerah Pahlawan Anak

Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh
Bagikan:

Hidayatullah.com–Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan menyelenggarakan KPAI Award sebagai anugerah kepada mereka yang telah berjasa dalam perlindungan anak. Acara ini digelar dalam rangkaian perayaan  Hari Anak Nasional (HAN) 2015 dan HUT RI Ke-70.

Ada sebelas calon penerima yang akan dianugerahi dalam award yang digelar pada Jumat (21/08/2015) mendatang.

Rencananya, penghargaan ini akan diberikan di Istana Anak Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan pemberian award ini untuk mendorong partisipasi publik untuk mewujudkan kepedulian perlindungan terhadap anak.

“Alasan pemberian award karena mereka memiliki konsistensi atas kepedulian terhadap perlindungan anak,” jelas Asrorun di kantor KPAI, Jakarta, Selasa (18/08/2015).

Dijelaskannya, sebelas calon penerima KPAI Award berasal dari unsur pemerintah, swasta, komunitas masyarakat dan individu. Empar unsur lembaga pemerintah, dua unsur komunitas masyarakat, tiga unsur swasta dan dua unsur individu.

“Kesemuanya dipilih berdasarkan penilaian juri yang sudah ditetapkan oleh panitia KPAI Award,” tegasnya.

Adapun dewan juri dalam acara ini adalah sembilan komisioner KPAI, , mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar, mantan  komisiner KPAI Aisyiyah Hamid Baidhowi dan Sri Woerjaningsih, Nina Armandho dan Agus Pambagyo.

Kriteria sebelas calon penerima bervariasi namun dipastikan mereka memiliki komitmen atas perlindungan anak.

Untuk unsur pemerintah, kriteria adalah kebijakan yang dikeluarkan mendukung perlindungan anak, seperti pengawasan kegiatan kampanye politik yang melibatkan anak, penutupan lokalisasi pelacuran, perda pro perlindungan anak, dan pemberian akte kelahiran secara gratis.

“Sementara kriteria untuk lembaga swasta adalah produk yang dihasilkan menunjukkan komitmen terhadap perlindungan anak,” jelasnya.

Selain itu, ada pula dari kalangan komunitas masyarakat dan individu. Menurut Asrorun, penghargaan diberikan kepada mereka karena hasil kerjanya yang melindungi anak dari berbagai ancaman dan bahaya.

“Ada seniman yang menghasilan ratusan karya. Ada pula seorang mantan kepala daerah yang ketika menjabat mengeluarkan kebijakan anti rokok. Bahkan, dia menolak cukai rokok masuk dalam APBD. Ini tentunya sangat kita apresiasi, karena melindungi anak dari bahaya rokok,” tukasnya sambil tersenyum.

KPAI pun mengundang masyarakat untuk hadir demi kemeriahan acara tersebut. Selain award, dalam acara itu juga akan digelar bazaar ramah anak.*

 

 

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Imparsial Nilai, Pelibatan Militer dalam Penanganan Terorisme Kurang Tepat

Imparsial Nilai, Pelibatan Militer dalam Penanganan Terorisme Kurang Tepat

Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) Berlangsung di Solo

Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) Berlangsung di Solo

Peringati Seperempat Abad, YDSF Undang Dr. Adian Husaini

Peringati Seperempat Abad, YDSF Undang Dr. Adian Husaini

Diduga ada Propaganda Syiah, DDII Aceh Barat Daya desak Kaji Ulang buku Pendidikan Islam di SMK

Diduga ada Propaganda Syiah, DDII Aceh Barat Daya desak Kaji Ulang buku Pendidikan Islam di SMK

GNPF Ulama Tidak Terima Perobekan Foto Habib Rizieq

GNPF Ulama Tidak Terima Perobekan Foto Habib Rizieq

Baca Juga

Berita Lainnya