Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Cholil Ridwan: Aktor Intelektual Di Balik Tragedi Tolikara Harus Diseret Ke Pengadilan

Achmad Fazeri/Hidcom
KH. Cholil Ridwan saat berorasi dalam gelaran Parade Tauhid Indonesia Ahad (16/08/2015)
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketika bendera zionis Israel berkibar di daerah Tolikara, kemana pemerintah Republik Indonesia? Kenapa negara absen di Tolikara? Apakah Tolikara bukan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia? Kenapa gereja bisa membuat aturan sendiri untuk melarang umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di Tolikara?

Demikian sederet pertanyaan disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Cholil Ridwan saat menyampaikan orasi pada gelaran Parade Tauhid Indonesia di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (16/08/2015).

“Ini adalah perbuatan yang melanggar hukum. Sebab, jelas-jelas mereka (pemuda gereja) yang menyerbu umat Islam di Tolikara dengan cara yang anarkis, tetapi pemerintah tidak berbuat banyak. Apakah Indonesia itu negara hukum atau belantara?” ujar Cholil.

Karena itu, menurut Cholil, hukum wajib ditegakkan di Tolikara, aktor intelektualnya harus diselidiki, ditangkap, dan diseret ke pengadilan serta Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) dibekukan. Sebab, kalau aktor intelektual tidak ditangkap, dan GIDI tidak dibekukan, maka pemerintah Indonesia bisa dinilai telah melanggar Undang-Undang serta tidak menjalankan hukum yang berlaku.

“Presiden wajib memperhatikan kondisi umat Islam di Tolikara. Siapa yang tidak memperhatikan nasib umat Islam dimanapun berada, maka orang itu bukan muslim. Begitu juga, presiden muslim yang tidak memperhatikan penderitaan saudaranya baik di Tolikara, Gaza, Afrika Tengah dan wilayah lainnya, maka diragukan keislamannya,” tegas Cholil.

Tragedi Tolikara, kata Cholil, itu terjadi karena umat Islam Indonesia tidak siap menghadapi segala bentuk serangan dari kaum kufar. Maka, lanjutnya, umat Islam supaya selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kekuatan orang-orang kafir yang memusuhi Islam sebab, saat ini, musuh Islam tidak takut dengan umat Islam.

“Inilah kelemahan umat Islam yang kurang bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi musuh-musuh Islam,” pungkas Cholil.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Achmad Fazeri

Bagikan:

Berita Terkait

Rakyat Gaza Mendoakan Ustadz Arifin Ilham

Rakyat Gaza Mendoakan Ustadz Arifin Ilham

PT Ufia Tirta Mulia Serahkan Infaq Pelanggan kepada Baznas

PT Ufia Tirta Mulia Serahkan Infaq Pelanggan kepada Baznas

Beranikah Obama Dialog Dengan ABB?

Beranikah Obama Dialog Dengan ABB?

China Pelajari Pelayanan Haji pada Indonesia

China Pelajari Pelayanan Haji pada Indonesia

Tindak Lanjut Aksi, PKS Kirimkan Surat Protes ke Pemerintah AS

Tindak Lanjut Aksi, PKS Kirimkan Surat Protes ke Pemerintah AS

Baca Juga

Berita Lainnya