Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bachtiar Nasir: 3 ‘Jimat’ Umar bin Khathab dan Jenderal Sudirman

Achmad Fazeri/Hidcom
Bachtiar Nasir saat berorasi dalam gelaran Parade Tauhid Indonesia
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Bachtiar Nasir mengatakan Umar bin Khathab mampu menguasai dua per tiga dunia pada zamannya karena –dalam bahasa orang awam– memiliki tiga ‘jimat’.

“Umar bin Khathab berkata begini, “Saya tidak ingin lama-lama hidup di dunia ini kecuali untuk tiga hal,” ujar Bachtiar saat menyampaikan orasinya dalam gelaran Parade Tauhid Indonesia di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (16/08/2015).

Pertama, lanjut Bachtiar, Umar ingin merasakan nikmat dan manisnya berdakwah untuk mengajak manusia kepada dua kalimat syahadat. Kedua, Umar ingin repot-repot bangun malam sebab, dari situlah ia memperoleh energi. Ketiga, Umar ingin menjumpai dan selalu bersama-sama dengan saudara muslimin dan muslimat, serta mukminin dan mukminat.

“Karena tiga hal itulah Umar bin Khathab ingin hidup panjang di dunia ini, kalau tidak ia lebih memilih untuk mati saja,” ujar Bachtiar.

Selain itu, Jenderal Sudirman, kata Bachtiar, yang dipanggil oleh tentara Hizbullah (tentara Islam di zaman dulu,red) dengan sebutan kyai, hanya seorang guru SD, bahkan badannya kurus kering, dan kalau berjalan harus ditandu. Namun, sang jenderal besar itu, lanjutnya, dalam setiap pidatonya selalu menggelegar dari mulutnya kalimat ‘Allahu Akbar’.

“Suatu hari Jenderal Sudirman pernah ditanya, “Kyai kenapa anda tidak pernah masuk penjara, dan tidak pernah bisa dipenjara? Apa jimatnya? Dan kebetulan saat itu yang bertanya adalah pembawa kendi air wudhu jenderal Sudirman,” kata Bachtiar.

Jenderal Sudirman, lanjut Bachtiar, menjawab bahwa ada tiga jimat yang dimilikinya, pertama wudhunya tidak pernah putus (selalu dalam keadaan bersih dan suci karena wudhu), kedua, tidak telat menjalankan sholat lima waktu, dan ketiga selalu memikirkan rakyat.

“Kepada seluruh peserta mari tetap jaga wudhunya, jangan sampai telat sholat lima waktunya kecuali jika ada udzur syar’i, dan juga mari selalu kita pikirkan rakyat dan bangsa Indonesia,” pungkas Bachtiar.

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

LPPI Makassar Adukan MoU Ahmadiyah dengan UIN Alauddin

LPPI Makassar Adukan MoU Ahmadiyah dengan UIN Alauddin

Jumat Dinihari Gerhana Bulan, Diimbau Shalat Khusuf

Jumat Dinihari Gerhana Bulan, Diimbau Shalat Khusuf

WALHI Kritik Panjang Visi Jokowi Periode II

WALHI Kritik Panjang Visi Jokowi Periode II

Dari Sekolah, Gerakan Halal-Thoyyib Mulai Dibangun

Dari Sekolah, Gerakan Halal-Thoyyib Mulai Dibangun

Pengamat Kepolisian; Diperlukan Pengawas Kepolisian yang Bisa Beri Sanksi

Pengamat Kepolisian; Diperlukan Pengawas Kepolisian yang Bisa Beri Sanksi

Baca Juga

Berita Lainnya