Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Inilah 5 Harapan Didin Hafiduddin Kepada Ketua Umum BAZNAS

Bagikan:

Hidayatullah.com- Mantan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Ketum BAZNAS) Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin menyampaikan lima harapan besarnya kepada Ketum BAZNAS yang baru, Prof. Dr. Bambang Sudibyo beserta jajaran pengurus lainnya.

“Pertama, saya berharap pada pengurus BAZNAS yang akan datang itu ada kesinambungan program yang sudah dilakukan para pengurus BAZNAS sebelumnya. Jangan lagi berpikir untuk memulai program baru dari nol,” kata Didin kepada hidayatullah.com, Rabu (12/08/2015).

Untuk itu, Didin berharap pengurus baru mempelajari program-program yang sudah ada dan berjalan. Kemudian, lanjutnya, perlu dievaluasi mana kekurangannya, dan mana kelemahannya untuk dilakukan perbaikan.

“Kita punya program-program itu kan sudah menasional dan juga sudah disahkan RKAP, maupun dimusyawarahkan berkali-kali dengan semua baik itu BAZNAS daerah maupun semua lembaga amil zakat di Indonesia,” papar Didin.

Sebagai contoh, kata Didin, BAZNAS memiliki 5 program yang sudah ada, terutama mengenai sosialisasi edukasi yang terus dilakukan BAZNAS dengan berbagai-macam pendekatan melalui berbagai ragam media supaya masyarakat paham tentang urgensi zakat sebagai pembangunan umat.

Kedua, saya berharap adanya penguatan amil zakat karena, seorang amil itu harus dipercaya masyarakat. Kemudian SDM-nya harus kuat dan punya integritas, bermoral dan seterusnya,” ujar Didin.

Ketiga, menurut Didin adalah mengenai pendayagunaan zakat, di samping sifatnya komsutif, tetapi ia berharap yang sifatnya produktif juga semakin kuat. Di mana, lanjutnya, para mustahik sekarang ini pada 2 sampai 3 tahun kedepan bisa menjadi mandiri, bahkan menjadi muzakki.

“Keempat, regulasi aturan-aturan tentang zakat terus disempurnakan baik itu undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan BAZNAS, peraturan menteri agama supaya semakin jelas sosok dunia perzakatan nasional,” kata Didin.

Kelima, menurut Didin, mengenai sinergi yaitu ta’awun dengan semua pihak baik organisasi Islam, MUI, maupun pemerintah. BAZNAS harus mencari koordinator kesatuan umat bukan hanya mengurusi zakat.

“Itu yang kita harapkan dari pengurus BAZNAS yang baru,” ujar Didin.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai aktifitasnya setelah tidak lagi menjabat sebagai Ketum BAZNAS, Didin menyatakan jika dirinya tidak ingin lepas dari aktifitas mengajar.

“Wa Allahu’alam, terpenting saya tidak lepas dari mengajar karena itu hobi saya. Dan dimanapun saya berada, mengajar itu akan menjadi pekerjaan yang utama bagi saya,” pungkas Ketua Dekan Program Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun Bogor.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

89 Orang Meninggal Korban Bencana Papua, 74 Hilang

89 Orang Meninggal Korban Bencana Papua, 74 Hilang

Kukuhkan Diri, Waria Bidik Kursi Komnas HAM

Kukuhkan Diri, Waria Bidik Kursi Komnas HAM

Sekda DKI Jakarta Saefullah Meninggal Dunia Setelah Positif Covid-19

Sekda DKI Jakarta Saefullah Meninggal Dunia Setelah Positif Covid-19

IHW: Bahaya Jika Peran Tunggal MUI pada Fatwa Halal Disingkirkan

IHW: Bahaya Jika Peran Tunggal MUI pada Fatwa Halal Disingkirkan

Sebaran Covid-19 Masih Tinggi, Anies Perpanjang PSBB Hingga 8 Februari 2021

Sebaran Covid-19 Masih Tinggi, Anies Perpanjang PSBB Hingga 8 Februari 2021

Baca Juga

Berita Lainnya