Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Imam Masjid Istiqlal: Syeikh Wahbah Ulama Produktif, Menulis 16 Jam Sehari

Imam Besar masjid Istiqlal Prof Ali Mustafa Ya’kub
Bagikan:

Hidayatullah.com– Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr Mustofa Ali Ya’qub mengatakan bahwa dari segi kelimuan, Syeikh Wahbah Zuhaili merupakan ulama teratas khususnya dalam kelimuan bidang fikih di masa sekarang.

“Dalam tingkat ulama dunia, kalau diurutkan Syeikh Wahbah itu sebagai papan teratas untuk masa sekarang, meskipun beliau juga ada kekurangan tetapi, saya pikir beliau yang teratas untuk ulama tingkat dunia khususnya kelimuan bidang fikih,” kata KH. Mustofa saat dihubungi hidayatullah.com, Senin (10/08/2015) pagi.

Syeikh Wahbah Zuhaili, kata KH. Mustofa, termasuk ulama yang sangat-sangat produktif menghasilkan karya tulis dibandingkan dengan ulama lain yang hidup semasanya. Dalam sehari, lanjutnya, Syeikh Wahbah Zuhaili mampu menulis selama 16 jam. Karya beliau yang monumental adalah seperti al Fiqulislami Wa Fishogi al-JadId. Kemudian at-Tafsir al-Munir, Fiqih al-Imam as-Syafi’i, Fikih al-Imam Abi Hanifah, Fikih al-Imam al-Maliki dan seterusnya.

“Beliau pernah cerita kepada saya, bahwa dalam sehari itu bisa menulis selama 16 jam,” ungkap KH. Mustofa yang beberapa kali menemani Syekh Wahbah saat sedang berkunjung ke Indonesia.

Kalau sudah menulis di kamar, lanjut KH. Mustofa, Syeikh Wahbah sering lupa segala-galanya melainkan hanya sholat dan makan. Bahkan, lanjutnya, Syekh Wahbah pernah lupa kalau sedang menerima tamu.

“Kadang beliau lupa karena fokus menulis itu. Sehari dalam 24 jam itu beliau gunakan 16 jam untuk menulis. Berbeda dengan kita, 16 jam kadang bisa kita pakai tidur,” ujar KH. Mustofa.

Menurut KH. Mustofa yang perlu diteladani dari Syeikh Wahbah Zuhaili ialah produktifitasnya dalam menghasilkan sebuah karya tulis dan sikap konsistennya dalam mempertahankan pendapat-pendapatnya.

“Saya kira banyak sekali yang perlu kita teladani dari Syeikh Wahbah, di antaranya beliau konsisten dengan pendapat-pendapatnya dan tidak ada kepentingan lain kecuali hanya dalam rangka berhikmat untuk agama allah. Dan yang perlu kita teladani yah produktifitas menulis. Nah, itu yang perlu kita teladani,” pungkas KH. Mustofa.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Blokir Situs Porno untuk Membangun Karakter Bangsa

Blokir Situs Porno untuk Membangun Karakter Bangsa

“Israel Tak Beradab Layak Dikucilkan dari Negara-negara Beradab”

“Israel Tak Beradab Layak Dikucilkan dari Negara-negara Beradab”

MUI Jatim Desak Cabut Pelarangan Jilbab

MUI Jatim Desak Cabut Pelarangan Jilbab

Ombudsman: Qanun Pakaian Muslim Aceh Diakui NKRI

Ombudsman: Qanun Pakaian Muslim Aceh Diakui NKRI

Din: Ormas Jangan Dijadikan Agama

Din: Ormas Jangan Dijadikan Agama

Baca Juga

Berita Lainnya