Sabtu, 16 Januari 2021 / 3 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Tutup Muktamar, Wapres Dorong Muhammadiyah Hidupkan Ekonomi Umat

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Wapres Jusuf Kalla di Balai Sidang Unismuh Makassar
Bagikan:

Hidayatullah.com– Rangkaian Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Muktamar Satu Abad ‘Aisyiyah telah berakhir pada Jumat (07/08/2015) siang jelang sore. Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) menutup gelaran ini di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam pidatonya sebelum menutup acara, Wapres JK mengatakan, Muhammadiyah terus mengalami perkembangan dan kemajuan, terutama dari sisi pendidikan, sosial, dan kesehatan.

JK mengapresiasi amal usaha, amal sosial, dan amal ibadah Muhammadiyah, yang jauh lebih panjang daripada Republik Indonesia.

Namun itu belum cukup. JK mendorong Muhammadiyah agar turut menghidupkan potensi ekonomi keumatan.

Sebab, katanya, tantangan ke depan adalah bagaimana memajukan bangsa Indonesia. Ukuran kemajuan suatu bangsa, paling dikenal melalui pertumbuhan ekonomi.

Sementara di Indonesia, kata dia, ekonomi nasional terus mengalami penurunan.

Di sinilah, lanjutnya, Muhamadiyah bisa berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa dan umat.

“Itu salah satu cara memajukan umat,” ujarnya di depan ribuan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Dihadiri Dubes Palestina

JK hadir bersama istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, yang duduk ditemani Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini. Tampak pula Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang.

Selain itu, acara ini dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, anggota DPD RI AM Fatwa, serta tamu penting lainnya.

Sebelum pidato wapres, Ketua Umum PP Muhammadiyah yang baru, Haedar Nashir, menyampaikan sambutan. Ia mengatakan, kepemimpinannya di Muhammadiyah merupakan amanah yang besar dan berat.

Secara psikologis, kata Haedar, tentu tidak mudah mengemban tugas memandu umat dan bangsa yang beragam.

Olehnya, Muhammadiyah dalam prinsip amar ma’ruf nahi mungkar, kata dia, “Ingin bekerjasama dengan pemerintah.”

Penutupan ini sedianya berakhir pukul 15.00 WITA. Namun molor setengah jam lebih, salah satunya disebabkan karena menunggu JK yang baru tiba di Balai Sidang sekitar pukul 14.28 WITA.

Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Muktamar Satu Abad ‘Aisyiyah berlangsung pada 3-7 Agustus 2015, bertepatan 18-22 Syawal 1436 H. Gelaran ini dibuka di Lapangan Karebosi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah periode sebelumnya, Din Syamsuddin, serta dihadiri Presiden Joko Widodo.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Iding Bahrudin Terpilih Ketua PW PUI Jabar

Iding Bahrudin Terpilih Ketua PW PUI Jabar

Anggota Komisi III: Hukum Islam Harus Mewarnai Hukum Nasional

Anggota Komisi III: Hukum Islam Harus Mewarnai Hukum Nasional

Menhan Sebut Drone di Selayar SeaGlider, Roy Suryo: Yang Jelas ada Kegiatan Mata-mata

Menhan Sebut Drone di Selayar SeaGlider, Roy Suryo: Yang Jelas ada Kegiatan Mata-mata

Wapres Akan Resmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah

Wapres Akan Resmikan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah

TPM: Perlu Ada Pemahaman soal Makar

TPM: Perlu Ada Pemahaman soal Makar

Baca Juga

Berita Lainnya