Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Presiden GIDI Diperiksa Polisi

capedee.jw.lt
Pdt Dorman Wandikbo, Presiden GIDI
Bagikan:

Hidayatullah.com—Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Pendeta Dorman Wandikbo hari Senin  (04/08/2015) diperika pihak kepolisian Papua.

“Presiden GIDI Pdt.Dorman Wandikbo, Senin (03/08/2015) sudah memenuhi panggilan polisi dan memberikan keterangannya di Polda Papua,” kata Kapolda Brigjen Pol Waterpauw di Jayapura,Selasa dikutip Antara.

Kapolda mengatakan walaupun demikian masih ada beberapa saksi yang belum memenuhi panggilan tersebut.

Menurut dia, pemanggilan terhadap para saksi itu dilakukan setelah anggotanya mengumpulkan cukup bukti tentang para saksi yang hendak dimintai keterangannya.

Apalagi sebelumnya polisi sudah meminta keterangan dari saksi lainnya, kata Waterpauw seraya menambahkan, mereka yang dipanggil penyidik juga tidak perlu merasa takut.

“Saya sangat berharap mereka yang mendapat panggilan dari penyidik polisi mau memenuhi panggilan tersebut,” katanya.

Ketika ditanya tentang keinginan agar dalam menyelesaikan insiden Karubaga dilakukan dengan menggunakan hukum adat, Kapolda Papua dengan tegas mengatakan, Indonesia adalah negara hukum sehingga hukum positiflah yang dikedepankan.

“Di mata hukum semua warga negara sama sehingga mari kita ke depankan hukum,” ujar jenderal asli Fak fak yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat.

Selain Pdt. Dorman, polisi juga memanggil tiga orang pengurus GIDI Tolikara, antara lain Pdt Nayus Wenda dan Pdt.Marthen Jingga, namun ketiganya belum memenuhi panggilan.

Seperti diketahui, Pendeta Dorman Wandikbo datang menjalani pemeriksaan selama 4 jam sebagai saksi kasus pembakaran masjid dan ruko di Tolikara, Papua pada hari raya Idul Fitri, Jumat (17/07/2015) lalu.

Dorman datang pukul 12.00 WIT, Senin (03/08/2015) didampingi pengacaranya, Olga Hamadi, serta diantar sekitar 70-an orang massa jemaat GIDI.  Massa GIDI setia menunggu di depan gedung Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum).*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Walubi: Pembantaian Etnis Rohingya Sebagai Tindak Kejahatan

Walubi: Pembantaian Etnis Rohingya Sebagai Tindak Kejahatan

FPI Surabaya Akan Pawai Sambut Ramadhan di Lokalisasi

FPI Surabaya Akan Pawai Sambut Ramadhan di Lokalisasi

Caesar  Aditya Mengaku Kurang Bahagia Saat Jadi Artis

Caesar Aditya Mengaku Kurang Bahagia Saat Jadi Artis

PKN Gagal Tetap Disesalkan, IMS Desak Tak Lagi Digelar

PKN Gagal Tetap Disesalkan, IMS Desak Tak Lagi Digelar

DPR: Jangan Ada yang Jadi Bos BUMN karena Dekat Presiden

DPR: Jangan Ada yang Jadi Bos BUMN karena Dekat Presiden

Baca Juga

Berita Lainnya