Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Didin Hafiduddin: Program BAZNAS Itu Bersifat Komsumtif dan Produktif

Guru Besar IPB dan mantan Ketua Umum BAZNAS. Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin
Bagikan:

Hidayatullah.com– Program dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dibagi menjadi dua kategori, pertama ada yang sifatnya konsumtif untuk emergency bagi mereka yang benar-benar membutuhkan seperti makan, bayar utang, sekolah dan lain sebagainya. Kedua bersifat produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua BAZNAS Prof. KH. Didin Hafiduddin saat dihubungi hidayatullah.com, Senin (13/07/2015) pagi.

“Bagaimana orang miskin pada tahun ini dengan diberi dana zakat untuk berwirausaha atau berdagang, kemudian didampingi dan dibina hingga akhirnya pada tahun berikutnya sudah mampu hidup mandiri. Dan bahkan yang awalnya mereka mustahik (penerima zakat,red) bisa menjadi muzakki (pemberi zakat,red). Hal ini sudah banyak terjadi,” imbuh Didin.

Selain itu, kata Didin, BAZNAS juga memiliki lima program utama, yaitu pertama Indonesia peduli, dalam ranah seperti bantuan untuk korban musibah atau bencana yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

“Kedua, Indonesia cerdas yaitu zakat yang diberdayakan dalam bidang pendidikan,” kata Didin.

Masyarakat miskin yang tidak punya akses dalam bidang pendidikan, menurut Didin, bisa dibantu dengan memberdayakan zakat. Sehingga, harapnya, kemiskinan tidak lagi menjadi suatu yang turun temurun dari orangtua ke anak-anaknya.

“Karena kebodohan itu identik dengan kemiskinan. Jika masyarakat cerdas diharapkan bisa mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan termasuk kemiskinan,” cetus Didin.

Ketiga lanjut Didin, yaitu Indonesia sehat dengan memberikan bantuan kepada masyarakat supaya mereka selalu sehat. Sebab, menurutnya, jika kesehatan itu merupakan bagian penting upaya untuk mendapat pekerjaan.

“Keempat, yaitu Indonesia makmur di mana BAZNAS berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik melalu wirausaha atau berdagang,” ujar Didin.

Dan yang terakhir, kata Didin, adalah dalam bidang keagamaan Indonesia taqwa yaitu bagaimana BAZNAS mengirimkan para dai ke berbagai macam daerah untuk mengajarkan kebaikan kepada masyarakat.

“Itu program yang dilakukan oleh BAZNAS saat ini, Dan untuk penyaluran biasanya kita bekerjasama dengan BAZNAS di daerah setempat, terutama yang berkaitan dengan program Indonesia makmur,” tandas Didin.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bertambah, Tahanan Kasus Kerusuhan Tanjungbalai menjadi 18 orang

Bertambah, Tahanan Kasus Kerusuhan Tanjungbalai menjadi 18 orang

TIDI: Perlawanan Terhadap Radikalisme Motifnya Kenyataan Politik atau Komoditas Politik

TIDI: Perlawanan Terhadap Radikalisme Motifnya Kenyataan Politik atau Komoditas Politik

Menag : Akar Radikal Tak Hanya di Agama, Tapi Juga Paham Demokrasi

Menag : Akar Radikal Tak Hanya di Agama, Tapi Juga Paham Demokrasi

Politisi PPP: Tindakan Ahok Selama ini Tak Cerminkan Patriotisme

Politisi PPP: Tindakan Ahok Selama ini Tak Cerminkan Patriotisme

Ketum MUI Harap Ahok Dihukum Maksimal dengan Pasal Penistaan Agama

Ketum MUI Harap Ahok Dihukum Maksimal dengan Pasal Penistaan Agama

Baca Juga

Berita Lainnya