Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ulama dan Umara’ Harus Tegas Menyikapi Perilaku LGBT

Bendri Jaisyurrahman.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah harus bersikap tegas terhadap perilaku lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT) agar tidak menyebar di Indonesia. Di negeri-negeri Barat perilaku semacam itu dilegalkan, dan Mahkamah Agung Amerika Serikat, Kamis (25/06/2016) juga telah memberi keputusan legal.

Demikian disampaikan oleh Direktur Divisi Kokoh Keluarga Indonesia Ar-Rahman Qur’anic Learning (KKI AQL) Islamic Center, Bendri Jaisyurrahman saat ditemui hidayatullah.com, di Puri Casablanca, Jakarta, Selasa (30/06/2015).

“Tindakan antisipasi pemerintah terhadap perilaku LGBT itu harus benar-benar tegas,” kata Bendri menanggapi legalisasi pernikahan sesama jenis oleh MA Amerika di penjuru Amerika.

Bendri juga berharap agar fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang larangan LGBT itu bukan sekadar omong kosong. Menurutnya, siapa lagi yang bisa dijadikan rujukan bangsa Indonesia dalam beragama jika bukan majelis ulama.

“Sekarang eranya semua orang berkomentar tanpa ilmu dalam lingkup agama. Padahal untuk urusan dalam beragama, yang menentukan halal dan haram bukan pakar psikologi, tetapi para ulama,” cetus Bendri.

“Jika ada psikolog berbicara mengenai sebuah fatwa, jangan didengarkan. Mereka nggak memiliki kapasitas menfatwakan antara halal dan haram. Untuk itu, umara’ (pemerintah,red) harus menggandeng tangan dengan para ulama,” imbuh Bendri.

Bendri menegaskan bahwa kebijakan pemerintah itu akan diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala jika selalu bertanya atau meminta persetujuan kepada para ulama.

“Untuk itu saya mengusulkan gedung MUI itu seharusnya di sebelah Istana Negara, agar bisa menjadi simbol bahwa MUI bertugas mengawal umara,” cetus Bendri.

Selain itu, Bendri menyampaikan bahwa sejatinya yang dimaksud badan legislatif itu adalah MUI, bukan dewan perwakilan rakyat (DPR). Sebab, menurutnya, DPR sebagai badan legislatif tidak melihat halal dan haram, atau dzalim dan tidak, dalam menetapkan sebuah kebijakan. Tetapi, ulama yang bisa memutuskan itu.

“Untuk itu, antara ulama dan umara’ harus tegas menyikapi virus LGBT ini agar bangsa dan negara ini tidak mengalami kehancuran. Kehancuran apa yang tidak kita lihat saat ini? Ekonomi rusak, remaja kita rusak. Lantas apa mau ditambah semakin rusak lagi dengan perilaku LGBT?” pungkas Bendri.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

PKS: Setengah Lebih APBN Dari Utang, Negara Sedang Sekarat dan Bisa Kolaps

PKS: Setengah Lebih APBN Dari Utang, Negara Sedang Sekarat dan Bisa Kolaps

Pusat Fashion Muslim Lebih Prospektif Dibanding Miss World

Pusat Fashion Muslim Lebih Prospektif Dibanding Miss World

Terpilih Jadi Ketua Pemuda Persis, Eka Habibillah Siap Bangun Pemuda Berkualitas

Terpilih Jadi Ketua Pemuda Persis, Eka Habibillah Siap Bangun Pemuda Berkualitas

KH MA Sahal Mahfud: Reformasi Maju, Tapi Ada Dampak Negatif

KH MA Sahal Mahfud: Reformasi Maju, Tapi Ada Dampak Negatif

Sore ini, PKS Unjuk Rasa Peduli Rohingya

Sore ini, PKS Unjuk Rasa Peduli Rohingya

Baca Juga

Berita Lainnya