Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pendiri Bengkel Rohani: Boleh Berbatu Akik, Asal Jangan Syirik

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Ustadz Abu Aqila di Klinik Syari'ah Bengkel Rohani
Bagikan:

Hidayatullah.com– Demam batu akik yang melanda umat Islam di Indonesia ditanggapi oleh Pendiri Klinik Syari’ah Bengkel Rohani Abu Aqila. Menurutnya, berbatu akik tak masalah, asal jangan bermuatan atau berujung kesyirikan.

Contoh kesyirikan itu, kata dia kepada hidayatullah.com, seseorang yang merasa dengan menggunakan batu akik penyakitnya akan sembuh.

“Yang seperti itu syirik, karena memang tidak ada unsur dimana batu itu bisa digunakan untuk pengobatan, kalau hanya dipakai ya,” ujarnya saat ditemui di kliniknya, kawasan ruko ITC Depok, Jl Margonda Raya, Jawa Barat, Jumat (26/06/2015) malam.

Tapi, katanya, berbeda kalau batu akik itu dibikin sesuatu, lalu digunakan untuk terapi seperti pijat atau yang lain. Dimana cara itu mungkin bisa membantu seseorang untuk mengobati penyakitnya.

Abu Aqila menjelaskan, bentuk kesyirikan lainnya, jika batu akik digunakan untuk memperlancar bisnis. Misalnya, dengan menggunakan batu berwarna tertentu, bisa mendatangkan keberuntungan.

Contoh kesyirikan ketiga, tambahnya, batu akik digunakan untuk pengasihan atau ilmu pelet. Yaitu seseorang yang menggunakannya yakin, sebuah batu akik bisa mendatangkan daya tarik tertentu dari lawan jenis kepada pemakai.

“Itu juga syirik,” tegas pemerhati masalah jin ini.

Abu Aqila mengutip sebuah riwayat, pada zaman Nabi Muhammad juga pernah ada fenomena syirik dengan batu akik. Suatu ketika, Rasulullah melihat seseorang menggunakan gelang yang dihiasi pernak-pernik dan batu akik kecil-kecil.

Rasulullah, lanjutnya, bertanya, “Apa ini?” Laki-laki itu menjawab, gelang tersebut adalah tiwalah, dipakai untuk mengobati penyakit pinggangnya.

Mendengar itu, tambahnya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bersabda, “Buanglah jimat itu! (Maka sesungguhnya) kalau kamu mati sedangkan jimat ini masih ada padamu, maka kamu tidak akan beruntung selamanya.”

Sebenarnya, kata Abu Aqila, jimat bisa dari apa saja, tidak mesti batu akik.

Menurutnya, jika seseorang meyakini sesuatu benda mempunyai kekuatan yang lebih dari kekuatan sunnatullah-nya –yang ditentukan oleh Allah, maka orang itu akan musyrik.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kapolda Aceh Tantang Pembela HAM

Kapolda Aceh Tantang Pembela HAM

Din Syamsuddin: Inpres Jokowi soal Gempa NTB Perlu Diperbaiki

Din Syamsuddin: Inpres Jokowi soal Gempa NTB Perlu Diperbaiki

Sidang Lanjutan Penodaan Agama Hadirkan Lurah Pulau Seribu

Sidang Lanjutan Penodaan Agama Hadirkan Lurah Pulau Seribu

Muncul Lagi Penistaan Agama pada Panci Bertuliskan “Alhamdu Allah”

Muncul Lagi Penistaan Agama pada Panci Bertuliskan “Alhamdu Allah”

Gerakan Antimiras Kawal RUU Miras di DPR RI

Gerakan Antimiras Kawal RUU Miras di DPR RI

Baca Juga

Berita Lainnya