Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Inilah 5 Unsur Tindakan Disebut Gerakan Genoside

theguardian.com
Seorang pria berjalan di sisa bagian masjid yang dibakar di Kota Meiktila, bagian tengah Myanmar usai kerusuhan tahun 2013. Seorang pejabat pemerintah di Negara bagian Rakhine berencana menghancurkan ratusan bangunan, termasuk masjid dan madrasah
Bagikan:

Hidayatullah.com– Komisioner Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Dr. Manager Nasution MA, menyatakan bahwa ada lima unsur, suatu tindakan itu bisa dikatakan sebagai gerakan genoside.

“Pertama, apakah ada pembunuhan. Kedua, apakah ada penderitaan fisik atau mental yang cukup berat. Ketiga, apakah negara membuat situasi pembiaran kepada warganya. Keempat, apakah negara membatasi batasan kelahiran secara paksa. Dan kelima, pemindahan anak-anak dari satu tempat ke tempat lain secara paksa,” papar Manager saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema “Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh dan Solusinya” di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya No.72 Jakarta, Rabu (24/06/2015) sore.

Manager mengatakan bahwa komnas HAM sedang mengkaji tindakan yang dilakukan pemerintah Myanmar dan Ashin Wirathu, apakah bisa dinilai sebagai sebuah gerakan genoside atau tidak. Sebab, komnas HAM memiliki domain untuk menilai dan memberikan rekomendasi mengenai hal itu.

Selain itu, lanjut Manager, komnas HAM juga akan memanfaatkan status Indonesia yang dianggap sebagai kakak tertua di wilayah negara-negara ASEAN.

“Kita tahu Indonesia dianggap sebagai kakak tertua di ASEAN, maka apa yang dilakukan pemerintah Indonesia tentu akan sangat dipertimbangkan oleh negara-negara ASEAN,” imbuh Manager.

Maka, menurut Manager, dengan keuntungan hubungan sejarah (sebagai kakak tertua di wilayah ASEAN,red) itulah, komnas HAM akan mendorong pemerintah Indonesia untuk memaksa Myanmar supaya menghentikan kejahatan kemanusiaan, menyelesaikan persoalan internal, dan meminta pemerintah Myanmar mempertimbangkan kasus Ashin Wirathu yang secara terbuka dinilai melakukan gerakan genoside.

“Kita akan terus meningkatkan dukungan kepada pemerintah Indonesia untuk mendesak Myanmar menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya. Masalah terhadap muslim Rohinya ini harus segera diselesaikan, sebab jika tidak cepat selesai justru akan mempengaruhi kondisi di Indonesia dan negara lainnya yang terkenan dampaknya,” pungkas Manager.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kematian Petugas KPPS Tak Diungkap bisa Jadi Catatan Buruk Demokrasi

Kematian Petugas KPPS Tak Diungkap bisa Jadi Catatan Buruk Demokrasi

Baznas Mentargetkan Himpun Zakat Nasional Rp 4,2 Triliun

Baznas Mentargetkan Himpun Zakat Nasional Rp 4,2 Triliun

1000 Lebih Polisi Bekasi Jaga Ceramah Zakir Naik

1000 Lebih Polisi Bekasi Jaga Ceramah Zakir Naik

Komitmen PKS terkait Kebijakan Tak Bebani Rakyat Kecil

Komitmen PKS terkait Kebijakan Tak Bebani Rakyat Kecil

Sambut Baik Rencana Jokowi Revisi UU ITE, YLBHI: UU itu Menghambat Kebebasan Berpendapat

Sambut Baik Rencana Jokowi Revisi UU ITE, YLBHI: UU itu Menghambat Kebebasan Berpendapat

Baca Juga

Berita Lainnya