Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kemenlu Menilai Ada Dimensi Perdagangan Manusia Dalam Kasus Pengungsi Rohingya

Bagikan:

Hidayatullah.com– Jika berbicara mengenai pengungsi Rohingya yang ada di tempat-tempat pengungsian di Aceh, itu sebuah masalah yang sangat kompleks sekali.

Artinya kehadiran pengungsi Rohingya di Indonesia mengandung berbagai dimensi, bukan saja karena sulitnya perekonomian mereka di negaranya, tetapi ada juga soal dimensi perdagangan manusia atau ireguler migration (migrasi ireguler, red).

Demikian disampaikan Sekretaris Direktur Jenderal (Sekdirjen) Kawasan ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Iwan Suyudie Amri saat menjadi pembicara pada diskusi publik bertema “Nasib Pengungsi Rohingya di Aceh dan Solusinya” di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya No.72 Jakarta, Rabu (24/06/2015).

“Indonesia sebagai sebuah negara, itu sangat memiliki kepentingan untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada pengungsi Rohingya dengan alasan kemanusian,” tegas Iwan.

“Sebetulnya masalah pengungsi itu bukan hal yang baru sebagaimana dulu Indonesia pernah menerima pengungsi dari Vietnam,” imbuh Iwan.

Iwan menyatakan pemerintah telah bergerak cepat, dalam hal ini Menteri Luar Negeri (Menlu) yang segera melakukan koordinasi dengan negara ASEAN lainnya yang juga terkena dampak dari pengungsi Raohingya.

“Indonesia beserta negara yang terkena dampak akhirnya mencari solusi dengan melakukan pertemuan di Malasyia dan Thailand. Di dua negara tersebut pengungsi Rohingya juga banyak karena mereka ingin mencari perekonomian yang lebih baik di negara itu,” terang Iwan.

Selain itu, Iwan mengatakan pemerintah Indonesia terus mengupayakan bagaimana supaya mendapat dukungan Internasional seluas-luasnya dari negara di ASEAN dan melakukan pendekatan pada negara-negara sahabat untuk meminta bantuan.

“Kita juga terus melakukan komunikasi dengan Myanmar, dan kombinasi dengan kedutaan Myanmar di Indonesia yang akan berkelanjutan dengan Kemenlu,” pungkas Iwan.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Imbau Menag Yaqut Berhati-hati soal Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah

MUI Imbau Menag Yaqut Berhati-hati soal Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah

Ada Aliran Dinilai Sesat di Pamekasan

Ada Aliran Dinilai Sesat di Pamekasan

IDB: Indonesia Pimpin Industri Perbankan Syariah

IDB: Indonesia Pimpin Industri Perbankan Syariah

Haidar Bagir Anggap Pelajaran Agama Ajarkan Intoleransi

Haidar Bagir Anggap Pelajaran Agama Ajarkan Intoleransi

Perguruan Tinggi Islam Harus Bisa Praktikkan Kehidupan Islam

Perguruan Tinggi Islam Harus Bisa Praktikkan Kehidupan Islam

Baca Juga

Berita Lainnya