Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

BPOM Jambi Temukan Kecap Beralkohol di Swalayan

Antara
Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengecek tanggal kadaluarsa makanan saat sidak makanan dan minuman di Pasar Tradisional Beringharjo
Bagikan:

Hidayatullah.com–Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi menemukan kecap yang mengandung alkohol saat menggelar inspeksi mendadak di beberapa swalayan di Jambi, Senin.

Sidak yang dilakukan BPOM bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pertanian dan Disperindag Provinsi Jambi itu dihadiri langsung Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Ridham Priskap.

Dalam Sidak yang digelar hari ke lima Ramadhan tersebut, Sekda bersama SKPD terkait mengecek langsung kondisi penjualan makanan, seperti daging, susu, sayuran dan buah-buahan.

Hasilnya, di swalayan Hypermart petugas menemukan beberapa bahan makanan yang mengandung alkohol dan tidak halal. Yakni kecap produk Jepang berlakohol dengan nilai alkohol 2,4 persen.

“Memang kecil, tapi kan masyarakat tidak tahu harusnya dikasih pemberitahuan kalau produk ini tidak halal,” kata Sekda dikutip Antara di lokasi.

Selain itu, tim Sidak juga menemukan jenis makanan yang mengandung zat tidak halal, yakni makanan kaleng berbahan babi.

“Kita minta makanan itu ditaruh di tempat khusus makanan tidak halal, jangan berjejer dengan makanan halal, walau ada merknya tapi kebanyakan masyarakat tidak tahu,” kata Ridham

Terkait ditemukannya makanan mengandung zat babi, Kepala BPOM Jambi Ujang Supriatna menegaskan bahwa pihaknya mendesak pihak swalayan untuk segera memisahkan dari makanan halal lainnya. Jika tetap ditaruh pada makanan halal lainnya, dikhawatirkan tidak diketahui konsumen yang akan membeli.

“Kita tekankan untuk ditaruh di tempat tersendiri khusus produk yang tidak halal, yang jelas tidak semua konsumen tahu itu tidak halal,” katanya menjelaskan.

Ujang mengatakan bahwa pihaknya memperbolehkan adanya penjualan bahan makanan mengandung babi dan mengandung alkohol, hanya saja harus memiliki beberapa peraturan. Seperti dijual ditempat terpisah dengan label yang tertulis jelas tidak halal.

“Ya masyarakat kita kan tidak hanya Islam saja, jadi kita perbolehkan dengan beberapa ketentuan tadi, karena susah ada peraturannya dari Menteri Perdagangan,” katanya.

Terkait ditemukannya produk mengandung alkohol dan zat babi, Defisi Fresh Hypermart, Subhan, beralasan bahwa kecap yang mengandung alkohol hanya sebagai perendam makanan.

“Itu cuma untuk perendam saja, karena alkohol sifatnya gas, jadi tidak masalah. Tapi kalau untuk makanan yang mengandung babi kita akan segera pisahkan dari makanan yang halal,” ujarnya.

Ujang menambahkan, selain dua temuan itu, sidak yang digelar tidak menemukan adanya makanan lainnya yang membahayakan konsumen.

“Alhamdulillah selain itu semua baik, dari pangannya, registrasi dan masa berlakunya masih jauh,” katanya menambahkan.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Sidang Isbat Awal Syawal 1439 H Digelar 14 Juni

Sidang Isbat Awal Syawal 1439 H Digelar 14 Juni

Cegah Corona, Anies – FKUB Sepakat Tunda Ibadah Berjamaah Selama 2 Pekan

Cegah Corona, Anies – FKUB Sepakat Tunda Ibadah Berjamaah Selama 2 Pekan

MUI: Rekomendasi Kemenag soal 200 Muballigh Tak Harus Diikuti

MUI: Rekomendasi Kemenag soal 200 Muballigh Tak Harus Diikuti

Erupsi Anak Gunung Krakatau, Kolom Abu 1.000 Meter

Erupsi Anak Gunung Krakatau, Kolom Abu 1.000 Meter

Rapimnas FSLDK Indonesia Deklarasikan Gerakan Nasional Peduli Negeri

Rapimnas FSLDK Indonesia Deklarasikan Gerakan Nasional Peduli Negeri

Baca Juga

Berita Lainnya