Ahad, 5 Desember 2021 / 29 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Kader Hidayatullah Harus Berqur’an, Bukan Sekadar Belajar Qur’an!

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebelum bergabung dengan Hidayatullah, Ustad Samsu Rijal Palu, salah seorang perintis Hidayatullah, mengaku sering mempelajari al-Qur’an. Namun, ia merasa ada hal yang kurang.

“Ketika itu saya merasa baru mempelajari al-Qur’an, tetapi belum ber-Qur’an,” kata Samsu dalam acara Silaturahim dan Sarasehan Dakwah, Pendiri dan Perintis Hidayatullah, di Batam, 12 Juni 2015.

Ketika dididik di Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Kalimantan Timur, pada tahun 1984, Samsu baru merasa belajar ber-Qur’an. “Saya diajarkan mengimplementasikannya,” jelas dia lagi.

Ust Anshor Amiruddin, salah seorang anggota Dewan Syuro Hidayatullah, menambahkan bahwa Hidayatullah tak hendak memposisikan al-Qur’an hanya sebagai bahan untuk dikaji saja.

Dulu, katanya, Ust Abdullah Said, pendiri Hidayatullah, begitu khawatir jika para kader Hidayatullah banyak menghabiskan waktunya untuk berdebat tentang al-Qur’an dan lupa mengamalkannya.

Pengamalan ber-Qur’an tersebut, kata Anshor lagi, dimulai dari bersahadat secara benar sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan surat pertama dalam al-Qur’an kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam Selanjutnya, kader Hidayatullah harus digembleng mengikuti sistematika turunnya wahyu sebagaimana dulu AllahSubhanahu Wata’ala  menggembleng Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam lewat wahyu demi wahyu.

Penggemblengan itulah yang membuat Ustad Amin Mahmud, salah seorang perintis Hidayatullah, merasa enteng ketika dulu diminta KH Abdullah Said untuk merintis cabang baru.

“Pilihannya cuma ada dua, pergi ke Palembang (Sumatera Selatan) atau ke Papua. Jika ke Palembang, di sana banyak pembunuh. Jika ke Papua, nyamuknya sebesar anak ayam,” kata Amin mengenang masa lalunya. Hal yang sama juga dirasakan oleh para perintis yang lain.

Anshor menambahkan, kader Hidayatullah yang telah digembleng dengan Qur’an akan merasakan adanya garansi dari Allah Subhanahu Wata’ala.

“Karena garansi itulah kita tak pernah merasa rendah diri di hadapan orang lain, hina, apalagi takut. Sebab, Allah yang di Papua adalah juga Allah yang ada di Kalimantan Timur,” katanya.*

Rep: Mahladi
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

5.100 Orang di Kotabaru Khataman al-Quran

5.100 Orang di Kotabaru Khataman al-Quran

Dubes Saudi Pamitan, Ketum PBNU Enggan Menemui

Dubes Saudi Pamitan, Ketum PBNU Enggan Menemui

Viktor Dinilai Tak Bisa Pakai Hak Imunitas untuk Hindari Kasusnya

Viktor Dinilai Tak Bisa Pakai Hak Imunitas untuk Hindari Kasusnya

WALHI: Kritik Pemerintah atas Tindakan Penangkapan Effendi Buhing

WALHI: Kritik Pemerintah atas Tindakan Penangkapan Effendi Buhing

Polisi Siber media sosial

Sebulan Beroperasi, Polisi Siber Sudah Kirim Peringatan ke 105 Akun Media Sosial

Baca Juga

Berita Lainnya