Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Jadi Tersangka, Dahlan Iskan Luncurkan Laman “Jubir”

Dahlan Iskan menjadi tersangka kasus korupsi gardu listrik
Bagikan:

Hidayatullah.com — Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlana Iskan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam dugaan korupsi pembangunan gardu induk PLN Jawa, Bali, Nusa Tenggara senilai Rp1,063 miliar.

Bos grup media Jawa Pos ini pun segera memastikan bahwa dirinya tidak akan menjadikan media miliknya sebagai corong pribadi. Alasannya agar grup Jawa Pos menjadi corong siapa saja. [BACA: Dahlan Iskan Ditetapkan Tersangka Kasus Gardu Listrik]

Untuk corong pribadi, Dahlan mengaku bisa membangun “korannya” sendiri agar jangan mengganggu Jawa Pos Group. Corong Dahlan itu adalah “Gardu Akal Sehat Dahlan Iskan” yang dia rilis dengan alamat situs www.gardudahlan.com.

“Saya tidak punya juru bicara. Kelihatannya gardudahlan yang akan jadi juru bicara saya,” kata Dahlan dalam keterangan pertamanya di Gardudahlan.com, dikutip media ini, Rabu (10/06/2015).

Toh, kata Dahlan, sudah ada internet. Opini-opini pribadi, kepentingan-kepentingan pribadi, aspirasi pribadi, ujarnya, bisa disalurkan melalui media online. Tanpa harus mengganggu media publik yang seharusnya menjadi milik publik.

“Sudah banyak tokoh yang memilih dan melakukan cara ini. Terutama bagi para tokoh yang merasa aspirasinya tidak tertampung di media publik,” tulisanya.

Dahlan mengatakan akan selalu menyalurkan keterangannya melalui gardudahlan itu. Dia menegaskan tidak akan memberikan wawancara pers. Termasuk tidak akan memberikan wawancara kepada Jawa Pos Group.

“Saya tidak ingin banyak pihak salah paham karena keterangan saya yang kurang pas. Tapi saya tidak akan melarang media untuk mengutip keterangan saya di gardudahlan itu,” tulisnya.

Dahlan mengaku lebih senang gardudahlan bersifat interaktif. Tapi dari pengalamannya di twitter, dia mengakui banyak serangan yang tidak mungkin bisa diklarifikasi olehnya. Mengapa? Alasannya, karena serangan itu dilakukan oleh mesin.

“Baru belakangan saya tahu, dan saya tertawa-tawa, bahwa ternyata saya itu memberikan penjelasan kepada mesin. Sia-sia,” tulisnya.

Gaya komunikasi Dahlan Iskan ini dinilai pegiat sosial media, MM Hidayat, sebagai penerapan komunikasi efektif. Menurut Hidayat, pola interaksi semacam ini sesuatu yang sebenarnya dapat diterima dengan baik di era digital saat ini.

“Pertama, kemungkinan salah kutip oleh media sangat kecil bahkan nihil. Selain itu, ini bisa menjadi contoh bagi pejabat atau public figure lainnya dalam berkomunikasi, agar tidak segera asal mengancam bawahan, main pecat, atau bersikap arogan lainnya ketika sedang terpojok,” tandasnya.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

DPR: Perlu Langkah Lebih Substantif & Cermat Soal Papua

DPR: Perlu Langkah Lebih Substantif & Cermat Soal Papua

Jumlah Penduduk Indonesia Sudah 254,9 Juta, Laki-laki Lebih Banyak Dari Perempuan

Jumlah Penduduk Indonesia Sudah 254,9 Juta, Laki-laki Lebih Banyak Dari Perempuan

Masalah-masalah Terkait Impor Beras Menurut Rizal Ramli

Masalah-masalah Terkait Impor Beras Menurut Rizal Ramli

Jokowi Bilang KPK Harus Dijaga, Dahnil: Ditunggu Aksi Nyatanya

Jokowi Bilang KPK Harus Dijaga, Dahnil: Ditunggu Aksi Nyatanya

Calon Jurnalis Muslim Harus Miliki Ketrampilan Menulis

Calon Jurnalis Muslim Harus Miliki Ketrampilan Menulis

Baca Juga

Berita Lainnya