Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Rektor IIQ: Tajwid Dulu, Baru Langgam

Pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa pada peringatan Isra Miraj di Istana Negara, Jumat malam, 15 Mei 2015 dikritik banyak pihak karena mengabaikan tajwid
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ahsin Sakho Muhammad, Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta mengingatkan agar ketika membaca al-Qur’an seseorang lebih mengutamakan tajwid dibandingkan langgam (lagu).

“Asal jangan menyalahi tajwid, maka berlanggam Arab atau lainnya diperboleh. Yang penting membacanya itu dengan tartil,” kata Ahsin saat menjadi narasumber Jakarta Quranic Fair di Jakarta Islamic Center (JIC), Jumat (05/06/2015) siang.

Kalau hanya mementingkan langgam, tanpa memperhatikan tajwid, maka itu yang tidak diperbolehkan.

Menurut Ahsin, membaca al-Quran dengan tartil adalah ibadah. Sementara lagu (langgam) adalah budaya. Langgam yang dibacakan qari-qari saat ini yang diterima umat Islam tidak bisa lepas dari sejarah budaya.

“Tentunya tidak semua langgam bisa digunakan membaca al-Qur’an,” jelas Ahsin.*

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Wapres Ajak Persis Jaga Persatuan dan ‘Jihad Ekonomi’

Wapres Ajak Persis Jaga Persatuan dan ‘Jihad Ekonomi’

Muhammadiyah Akan Adakan Milad Akbar ke 103 di Sentul Bogor

Muhammadiyah Akan Adakan Milad Akbar ke 103 di Sentul Bogor

BMH Terbaik Peningkatan Dana, DD Sabet Tiga “The Best”

BMH Terbaik Peningkatan Dana, DD Sabet Tiga “The Best”

Definisi “Terorisme” Dinilai Penting untuk Bedakan dengan Pidana Biasa

Definisi “Terorisme” Dinilai Penting untuk Bedakan dengan Pidana Biasa

Ustadz Fathuddin Diperiksa 45 Menit di Ruang Reserse Kriminal

Ustadz Fathuddin Diperiksa 45 Menit di Ruang Reserse Kriminal

Baca Juga

Berita Lainnya