Lukmanul Hakim: Pengertian Istihalah Tak Bisa Dijadikan Landasan Menghalalkan Sesuatu Sesuai Syariah

"Tidak bisa dikatakan bahwa gelatin babi itu adalah bagian dari istihalah. Artinya, jika gelatin berasal dari babi maka hukumnya sama dengan babi, yakni haram," kata Lukmanul Hakim

Lukmanul Hakim: Pengertian Istihalah Tak Bisa Dijadikan Landasan Menghalalkan Sesuatu Sesuai Syariah

Terkait

Hidayatullah.com–Dr Ir Lukmanul Hakim, M.Si, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obatan-obatan, dan Kosmertika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengatakan saat ini istihalah (perubahan) merupakan isu populer dalam sertifikasi produk terutama panggan.

Isu istihalah ini menjadi perdebatan di kalangan ulama. “Isu inilah yang menjadi latar belakang dan mendorong saya menyusun disertasi tentang istihalah,” kata Lukmanul Hakim saat tasyakur gelar doktoral yang diraihnya, Kamis (4/6/2015) pagi di Hotel Savero, Bogor, Jawa Barat.

Pada 1 April 2015 lalu, Lukmanul Hakim berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul ‘An Islamic and Sctentific Perspective on Istihalah’ dan meraih gelar doktor dari Islamic University of Europe (IUE) Rotterdam, Belanda. Ia lulus dengan predikat cum laude.

Menurut Lukmanul Hakim, penggunaan gelatin babi tidak termasuk pada bagian istihalah, yakni dibolehkannya bahan-bahan haram berubah menjadi halal karena dianggap terjadi perubahan zat.

“Pengertian istihalah yang dipakai oleh beberapa pihak tidak bisa dijadikan landasan untuk menghalalkan sesuatu sesuai syariah,” tegas Lukmanul Hakim.

Pandangan Lukmanul Hakim seolah menjawab diskursus publik selama ini mengenai istihalah yang oleh beberapa kalangan dianggap diterima secara syariah. Dalam konferensi yang membahas masalah halal di Kuwait dinyatakan bahwa gelatin hewan termasuk babi halal digunakan di dalam produk makanan, karena gelatin dianggap produk istihalah.

“Tidak bisa dikatakan bahwa gelatin babi itu adalah bagian dari istihalah. Artinya, jika gelatin berasal dari babi maka hukumnya sama dengan babi, yakni haram,” kata Lukmanul Hakim.

Berbeda dengan istihalah pada khamar yang berubah menjadi cuka. Pada perubahan dari khamr ke cuka terjadi perubahan secara keseluruhan yang mencakup perubahan molekul kimia, sifat kimia, bentuk fisik, serta sifat fisik.

“Sementara gelatin babi itu hanya terjadi perubahan sebagian yaitu perubahan sifat kimia dan sifat fisik saja,” tegas Lukmanul Hakim.*

Rep: Ibnu Syafaat

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !