Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Lukmanul Hakim: Pengertian Istihalah Tak Bisa Dijadikan Landasan Menghalalkan Sesuatu Sesuai Syariah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Dr Ir Lukmanul Hakim, M.Si, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obatan-obatan, dan Kosmertika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengatakan saat ini istihalah (perubahan) merupakan isu populer dalam sertifikasi produk terutama panggan.

Isu istihalah ini menjadi perdebatan di kalangan ulama. “Isu inilah yang menjadi latar belakang dan mendorong saya menyusun disertasi tentang istihalah,” kata Lukmanul Hakim saat tasyakur gelar doktoral yang diraihnya, Kamis (4/6/2015) pagi di Hotel Savero, Bogor, Jawa Barat.

Pada 1 April 2015 lalu, Lukmanul Hakim berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul ‘An Islamic and Sctentific Perspective on Istihalah’ dan meraih gelar doktor dari Islamic University of Europe (IUE) Rotterdam, Belanda. Ia lulus dengan predikat cum laude.

Menurut Lukmanul Hakim, penggunaan gelatin babi tidak termasuk pada bagian istihalah, yakni dibolehkannya bahan-bahan haram berubah menjadi halal karena dianggap terjadi perubahan zat.

“Pengertian istihalah yang dipakai oleh beberapa pihak tidak bisa dijadikan landasan untuk menghalalkan sesuatu sesuai syariah,” tegas Lukmanul Hakim.

Pandangan Lukmanul Hakim seolah menjawab diskursus publik selama ini mengenai istihalah yang oleh beberapa kalangan dianggap diterima secara syariah. Dalam konferensi yang membahas masalah halal di Kuwait dinyatakan bahwa gelatin hewan termasuk babi halal digunakan di dalam produk makanan, karena gelatin dianggap produk istihalah.

“Tidak bisa dikatakan bahwa gelatin babi itu adalah bagian dari istihalah. Artinya, jika gelatin berasal dari babi maka hukumnya sama dengan babi, yakni haram,” kata Lukmanul Hakim.

Berbeda dengan istihalah pada khamar yang berubah menjadi cuka. Pada perubahan dari khamr ke cuka terjadi perubahan secara keseluruhan yang mencakup perubahan molekul kimia, sifat kimia, bentuk fisik, serta sifat fisik.

“Sementara gelatin babi itu hanya terjadi perubahan sebagian yaitu perubahan sifat kimia dan sifat fisik saja,” tegas Lukmanul Hakim.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MIUMI Minta Gramedia Bertanggungjawab atas Buku yang Menghina Nabi

MIUMI Minta Gramedia Bertanggungjawab atas Buku yang Menghina Nabi

MTQ Kabupaten Mimika VIII Menjadi yang Terbanyak Pesertanya

MTQ Kabupaten Mimika VIII Menjadi yang Terbanyak Pesertanya

Soal Gugat UU Migas, Din Syamsudin Sebut “Jihad Konstitusi”

Soal Gugat UU Migas, Din Syamsudin Sebut “Jihad Konstitusi”

Amien Rais: Pembantaian Anggota Ikhwan sangat Kejam

Amien Rais: Pembantaian Anggota Ikhwan sangat Kejam

Kemenag Cari Upaya Tentukan Tarif di KUA

Kemenag Cari Upaya Tentukan Tarif di KUA

Baca Juga

Berita Lainnya