Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

69 Santri Surabaya Ikut Sanlat GP Anshor

Bagikan:

Hidayatullah.com–Jumat malam (29/05/2015) sebanyak 69 santri peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Surabaya, tampak girang.

Bertempat di Pondok Pesantren An Nur, Jalan Karah Agung 9 Surabaya, mereka saling bertegur sapa melalui video conference dengan para santri lain di 11 kota di Indonesia.

Video Conference itu digelar di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor di Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Menristek Dikti M Nasir, Mendikbud Anies Baswedan, dan Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid.

Peserta Sanlat yang melakukan video converence itu yakni dari Surabaya, Jombang, Malang, Ngawi, Kudus, Semarang, Karanganyar, Yogyakarta, Cirebon, Bandung, Serang dan Pontianak.

Para santri itu saling berkenalan setelah menyimak arahan dan motivasi dari M Nasir, Anies Baswedan, dan Nusron Wahid.

Koordinator Sanlat BPUN Surabaya, Abdus Salam mengatakan, para peserta Sanlat BPUN Surabaya ini telah mengikuti bimbingan intensif dalam rangka persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri, sejak Senin (11/5) lalu, dan berlangsung selama satu bulan.

Program Sanlat BPUN adalah hasil kerjasama GP Ansor dan Yayasan Mata Air. Program ini, menurut Salam, bertujuan untuk mengantarkan sebanyak mungkin kader muda NU bisa kuliah di PTN favorit di Indonesia.

Didampingi para pembina, Arif, Syafril dan Anas, Salam menegaskan, para peserta bidak hanya diberikan bimbingan selam satu bulan, mereka juga akan terus dipantau hingga sukses masuk PTN.

“Setelah sukses masuk PTN, nanti kita juga kawal. Sehingga mereka diharapkan menjadi bibit-bibit kader NU di kampus,” tegas wakil ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini.

Salam menambahkan, selama satu bulan selain dibekali sejumlah materi oleh para tutor, para peserta juga mengikuti pengajian kitab, berjamaah dan aktifitas keagamaan lainnya seperti para santri di pondok pesantren pada umumnya.

“Ya mereka jadi santri sementara selama satu bulan. Makanya namanya santri kilat, jadi pengasuhnya juga kiai kilat,” ujarnya berkelakar. “Jadi, saya ini juga kiai, tapi kiai kilat,” selorohnya seraya tersenyum.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

InsyaAllah, Lokalisasi Seluruh Jatim akan Ditutup

InsyaAllah, Lokalisasi Seluruh Jatim akan Ditutup

Buruh dan Mahasiswa Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Buruh dan Mahasiswa Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Tim Advokasi GNPF Laporkan Upaya ‘Kriminalisasi’ Ulama ke Ombudsman

Tim Advokasi GNPF Laporkan Upaya ‘Kriminalisasi’ Ulama ke Ombudsman

Ledakan Kampung Melayu, MUI Minta Pengusutan Tuntas Aktor dan Pelakunya

Ledakan Kampung Melayu, MUI Minta Pengusutan Tuntas Aktor dan Pelakunya

‘Setahun ini Banyak Berkah Prestasi dan Kebahagiaan di Jakarta’

‘Setahun ini Banyak Berkah Prestasi dan Kebahagiaan di Jakarta’

Baca Juga

Berita Lainnya