Ahad, 17 Oktober 2021 / 10 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Majelis Mujahiddin: Lomba Busana Mirip Teroris Itu Penistaan Terhadap Agama

MMI menggeruduk Gramedia Depok
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Irfan S. Awwas menilai bahwa lomba “Berbusana Mirip Istri Teroris” adalah sebuah penistaan terhadap agama, apabila perlombaan itu benar-benar digelar dan dilaksanakan.

“Jika lomba berbusana mirip istri teroris itu benar dilakukan berarti itu penistaan terhadap agama,” kata Irfan saat dihubungi hidayatullah.com, Jum’at (29/05/2015) malam.

Pernyataan itu Irfan sampaikan dalam rangka menanggapi poster berisi informasi “Lomba Berbusana Mirip Istri Teroris” yang beredar di media sosial serta menuai kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

Acara tersebut digagas oleh Multivent Organizer bekerjasama dengan Solusi Publishing dan rencananya akan digelar bersamaan dengan acara launching dan bedah buku “Akulah Istri Teroris” karya Abidah el-Khalieqy, Ahad (31/05/2015) mendatang.

Irfan mengungkapkan beberapa alasan mengapa lomba itu bisa disebut sebagai sebuah penistaan terhadap agama, di antaranya bahwa saat ini kata teroris yang dilabelkan kepada muslimah bercadar merupakan sebuah stigma negatif. Dengan lomba berbusana mirip istri teroris itu, berarti mereka (para penyelenggara.red) ingin melestarikan stigma teroris kepada muslimah bercadar.

“Itu hal yang sangat berbahaya. Mode pakaian itu pilihan, adalah hak orang untuk mengenakan suatu pakaian berdasarkan keyakinannya atau selera dari setiap perempuan muslimah. Dan itu tidak bisa dijadikan sebagai stigma bahwa pakain yang seperti itu adalah pakaian istri teroris,” tegas Irfan.

Jika pakaian muslimah yang bercadar distigma negatif sebagai teroris atau istri teroris, menurut Irfan, itu telah melanggar hak asasi setiap muslimah yang bercadar.

“Sebab pemakaian cadar itu tidak bisa selalu diidentikkan dengan istri teroris,” pungkas Irfan.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Surganya Miras, Kebijakan Indonesia Kalah dengan Thailand dan AS

Surganya Miras, Kebijakan Indonesia Kalah dengan Thailand dan AS

Wakil Ketua GNPF Berharap Aksi 55 Berjalan Aman, Tertib, dan Islami

Wakil Ketua GNPF Berharap Aksi 55 Berjalan Aman, Tertib, dan Islami

Mahfud MD Nilai Fenomena 212 Kemajuan Demokrasi

Mahfud MD Nilai Fenomena 212 Kemajuan Demokrasi

Menag sebut Indonesia Bukan Negara Sekuler

Menag sebut Indonesia Bukan Negara Sekuler

Ketum Muhammadiyah: Jangan Tolak Jenazah Korban Covid-19

Ketum Muhammadiyah: Jangan Tolak Jenazah Korban Covid-19

Baca Juga

Berita Lainnya