Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Majelis Mujahiddin: Lomba Busana Mirip Teroris Itu Penistaan Terhadap Agama

MMI menggeruduk Gramedia Depok
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Irfan S. Awwas menilai bahwa lomba “Berbusana Mirip Istri Teroris” adalah sebuah penistaan terhadap agama, apabila perlombaan itu benar-benar digelar dan dilaksanakan.

“Jika lomba berbusana mirip istri teroris itu benar dilakukan berarti itu penistaan terhadap agama,” kata Irfan saat dihubungi hidayatullah.com, Jum’at (29/05/2015) malam.

Pernyataan itu Irfan sampaikan dalam rangka menanggapi poster berisi informasi “Lomba Berbusana Mirip Istri Teroris” yang beredar di media sosial serta menuai kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

Acara tersebut digagas oleh Multivent Organizer bekerjasama dengan Solusi Publishing dan rencananya akan digelar bersamaan dengan acara launching dan bedah buku “Akulah Istri Teroris” karya Abidah el-Khalieqy, Ahad (31/05/2015) mendatang.

Irfan mengungkapkan beberapa alasan mengapa lomba itu bisa disebut sebagai sebuah penistaan terhadap agama, di antaranya bahwa saat ini kata teroris yang dilabelkan kepada muslimah bercadar merupakan sebuah stigma negatif. Dengan lomba berbusana mirip istri teroris itu, berarti mereka (para penyelenggara.red) ingin melestarikan stigma teroris kepada muslimah bercadar.

“Itu hal yang sangat berbahaya. Mode pakaian itu pilihan, adalah hak orang untuk mengenakan suatu pakaian berdasarkan keyakinannya atau selera dari setiap perempuan muslimah. Dan itu tidak bisa dijadikan sebagai stigma bahwa pakain yang seperti itu adalah pakaian istri teroris,” tegas Irfan.

Jika pakaian muslimah yang bercadar distigma negatif sebagai teroris atau istri teroris, menurut Irfan, itu telah melanggar hak asasi setiap muslimah yang bercadar.

“Sebab pemakaian cadar itu tidak bisa selalu diidentikkan dengan istri teroris,” pungkas Irfan.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

SNH Advokasi Center: Pelaku Pelarangan Ibadah Dan Pembakaran Masjid Tolikara Papua Harus Dihukum

SNH Advokasi Center: Pelaku Pelarangan Ibadah Dan Pembakaran Masjid Tolikara Papua Harus Dihukum

Gubernur Sulsel Mengaku Tetap Lanjutkan Pembangunan Masjid 99 Kubah

Gubernur Sulsel Mengaku Tetap Lanjutkan Pembangunan Masjid 99 Kubah

Ketum PBNU: Pemilu 2019 Ujian Indonesia Berdemokrasi

Ketum PBNU: Pemilu 2019 Ujian Indonesia Berdemokrasi

Reuni Akbar 212 Ditunda, Ini Gantinya

Reuni Akbar 212 Ditunda, Ini Gantinya

Saudi: HRS Bukan Orang Berbahaya

Saudi: HRS Bukan Orang Berbahaya

Baca Juga

Berita Lainnya