Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Warga Aceh: Pengungsi Rohingya Tinggal di Sini Saja, Kasih Tempat Kosong

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Muslimin Rohingya shalat Maghrib berjamaah dengan sejumlah warga Aceh di mushalla pengungsian Kuala Langsa, Aceh. (2015)
Bagikan:

Hidayatullah.com– Masyarakat Aceh tampaknya begitu senang dengan keberadaan para pengungsi Muslim Rohingya di tempat mereka. Setidaknya itu tergambar dari pengakuan sebagian warga Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Roy, 32 tahun, misalnya. Pria berkeluarga ini bahkan berharap pemerintah menyediakan kawasan khusus untuk orang Rohingya hidup layaknya masyarakat Aceh.

“Di sini, kan, banyak tempat-tempat kosong. Kasih mereka kerjaan macam berkebun,” ujarnya saat mengantar awak hidayatullah.com dari Kuala Langsa ke sebuah penginapan di Jl Ahmad Yani, Rabu (27/05/2015) sore.

Menurut TKI di Malaysia yang mengaku lagi pulang kampung ini, dengan memberikan Muslimin Rohingya pekerjaan, kehidupan mereka akan lebih baik lagi.

Hal senada dikatakan Ahsani Qashashyi (22), mahasiswa sebuah perguruan tinggi kesehatan di Langsa. Menurut lajang ini, kalau perlu pengungsi Rohingya tinggal selamanya di Aceh.

“Mereka itu baik-baik orangnya,” ujar Ahsani, di sela-sela bergurau ria dengan Jamir, pemuda Rohingya sebayanya, di samping barak pengungsian.

Pantauan media ini, Rabu siang, Ahsani tampak begitu akrab dengan Jamir. Meski berbeda kewarganegaraan, bahasa, maupun warna kulit, keduanya seakan saudara kandung.

“Orang Aceh memang terbuka dengan pendatang, apalagi Rohingya ini Muslim juga,” ujarnya.

Ahsani (kiri) tampak akrab dengan Jamir, pemuda Rohingya di Langsa, Aceh. [Foto: Syakur]

Ahsani (kiri) tampak akrab dengan Jamir, pemuda Rohingya di Langsa, Aceh. [Foto: Syakur]

Pindah ke Pulau?

Begitu pula yang dirasakan Taufik, relawan sebuah lembaga zakat yang nge-pos di Kuala Langsa. Bagi pria beranak satu ini, semua pengungsi di situ, Myanmar-Bangladesh, adalah kawannya.

“Mereka semua itu friend, friend, friend,” ujarnya dengan logas khas Aceh, seraya menunjuk barak pengungsi kedua negara berbeda.

Istilah friend (Inggris: kawan) sering dipakai para pengungsi untuk mengungkapkan persahabatannya kepada masyarakat Aceh, demikian pula sebaliknya.

Tak heran jika Taufik merasa demikian. Ia merupakan satu di antara sekian banyak nelayan Aceh yang menolong para pengungsi di atas laut Selat Malaka, beberapa pekan lalu.

Ahad (24/05/2015) sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon sempat mengusulkan agar para pengungsi dipindahkan ke sebuah pulau dekat Langsa.

“Ada pulau kosong nggak tuh di sana?” ujarnya menunjuk ke arah lautan dari bibir dermaga Kuala Langsa, dalam kunjungannya bersama sejumlah anggota DPR RI asal Aceh.

Di provinsi NAD, terdapat beberapa titik pengungsian Rohingya. Menurut data UNHCR (Badan PBB Urusan Pengungsi), Langsa merupakan lokasi pengungsian dengan jumlah orang Rohingya terbanyak.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Din Minta Transparansi Soal Anggaran Penanganan Covid-19

Din Minta Transparansi Soal Anggaran Penanganan Covid-19

Area Parkir Khusus Perempuan di Depok Disambut Baik

Area Parkir Khusus Perempuan di Depok Disambut Baik

LBH Jakarta Nilai Maklumat Kapolda Metro Jaya Mengancam Demokrasi

LBH Jakarta Nilai Maklumat Kapolda Metro Jaya Mengancam Demokrasi

Fasilitas Umum Kurang Perhatikan Mushola

Fasilitas Umum Kurang Perhatikan Mushola

TNI AL Selenggarakan Musabaqah Hifdzil Quran

TNI AL Selenggarakan Musabaqah Hifdzil Quran

Baca Juga

Berita Lainnya