Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Kamis Ini Matahari Melintas Atas Ka’bah, Muslimin Diminta Sesuaikan Arah Kiblat

Pemandangan Ka'bah dari udara
Bagikan:

Hidayatullah.com–Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Mukhtar Ali menjelaskan bahwa berdasarkan data astronomi, Kamis (28/05/2015), matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah. Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB dan 17.18 WITA.

“Bayang-bayang benda yang berdiri tegak, pada tanggal dan jam tersebut akan mengarah tepat ke Ka’bah,” jelas Muhtar Ali dikutip laman Kemenag Rabu (27/05/2015).

Menurut Mukhtar, peristiwa semacam ini sering dikenal juga dengan nama Rashdul Qiblah. Yaitu, ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Sehubungan itu, kaum muslimin dan pengurus takmir masjid/mushalla yang akan memverifikasi kesesuain arah kiblat, dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, menentukan lokasi masjid, mushalla, langgar, atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya. Sediakan tongkat lurus panjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk memasangnya. Siapkan juga jam/arloji yang sudah dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet;

Kedua, cari lokasi di samping atau di halaman masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya rashdul qiblah agar tidak terburu-buru;

Ketiga, saat rashdul qiblah berlangsung amatilah bayangan matahari yang terjadi (toleransi +/- 2 menit). Di Indonesia peristiwa rashdul qiblah terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menujuu ke Timur. Sedangkan bayangan yang menuju ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang tepat;

Keempat, gunakan tali, susunan tegel lantai, atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan lokasi ini ke dalam masjid/rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan.

Mukhtar menambahkan bahwa selain tongkat lurus, menara, sisi selatan bangunan masjid, tiang listrik, tiang bendera, atau benda lain yang tegak juga bisa digunakan untuk melihat bayangan.

“Bisa juga dengan teknik lain, misalnya bandul yang digantung menggunakan tali sepanjang beberapa meter, maka bayangannya dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat,” jelasnya.*

Rep: Anton R
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Panji Gumilang Diperiksa Selama 13 Jam

Panji Gumilang Diperiksa Selama 13 Jam

Polisi Pastikan Dua Penusuk Jemaah HKBP Bukan Anggota FPI

Polisi Pastikan Dua Penusuk Jemaah HKBP Bukan Anggota FPI

Ahok Jadi Kandidat Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Negara

Ahok Jadi Kandidat Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Negara

Presiden Ingatkan Warga: Jangan Pinjam Uang ke Rentenir!

Presiden Ingatkan Warga: Jangan Pinjam Uang ke Rentenir!

Wamenag: Al-Qur’an Kitab Suci Paling Banyak Beredar, Jaga Keasliannya

Wamenag: Al-Qur’an Kitab Suci Paling Banyak Beredar, Jaga Keasliannya

Baca Juga

Berita Lainnya