Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Aziz Hermawan ‘Diculik’ Usai Jemput Anaknya Sekolah

PUSHAMI mendampingi keluarga korban di Kantor Komnas HAM
Bagikan:

Hidayatullah.com–Rinayuni, mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), karena suaminya, Aziz Hermawan hingga kini tak jelas rimbanya.

Rina mengadu ke Komnas HAM didampingi oleh sejumlah pengacara dari Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI), mereka adalah Munarman SH, M Hariadi Nasutio SH MH, Yusuf Sembiring SH dan KL Pambudi SH.

Mereka diterima salah seorang Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis di ruang pengaduan. Rina pun menceritakan pertemuan terakhir dengan suaminya, usai menjemput anak-anak pulang sekolah pada Rabu (20/5/2015) siang.

“Saya terakhir ketemu hari Rabu (20/5/2015) kemarin, dia ngantar anak pulang dari sekolah lalu nyervis motor ke bengkel terus ngga pulang-pulang lagi. Jadi dia ngantar saya jemput anak sekolah, terus balik lagi ke bengkel di Rawa Kuning,” kata Rina di ruang pengaduan Komnas HAM, Jalan Latuharhari No. 4 B, Kelurahan Menteng,​ Jakarta Pusat, pada Senin (25/5/2015).

Rina semakin yakin Aziz Hermawan ditangkap ketika ada seseorang mengaku dari kepolisian menelpon dirinya dan menanyakan sebuah barang milik suaminya.

“Ada yang nelepon saya hari Jum’at (22/5/2015) siang sekitar jam 14.30 WIB,” imbuhnya.

Aziz sendiri sehari-hari hanya bekerja sebagai pedagang ikan atau mencari cacing sutra untuk pakan ikan. Rina pun bingung, apa salah suaminya hingga ditangkap.

“Kerjanya sehari-hari hanya cari ikan atau cari cacing,” ungkapnya.

Menurut pendiri Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI), Munarman SH saat mendampingi keluarga korban, apa yang terjadi pada Aziz Hermawan adalah penculikan. Sebab hingga kini keluarga tak menerima surat penangkapan. Hal itu termasuk dalam Arbitrary Detention. [Baca: Kasus ‘Penculikan’ Aziz Hermawan, Munarman: Densus Lakukan Arbitrary Detention ]

“Kalau dalam bahasa HAM ini disebut arbitrary detention atau penangkapan di luar proses hukum,” kata Munarman di lokasi yang sama.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis berjanji akan menindaklanjuti pengaduan keluarga korban dengan menyurati Mabes Polri.

“Yang paling kongkrit paling kita akan surati Mabes Polri terkait aduan ini. Minimal kepastian bahwa ibu bisa berkomunikasi dengan suami dan bisa bertemu suami,” ujar Nur Kholis.*

 

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Penghapusan Presidential Threshold Dinilai Bikin Demokrasi Berkualitas

Penghapusan Presidential Threshold Dinilai Bikin Demokrasi Berkualitas

Ironis, Masalah Kesejahteraan Guru Honorer Tak Kunjung Selesai

Ironis, Masalah Kesejahteraan Guru Honorer Tak Kunjung Selesai

Kekuatan Muslim Indonesia-Malaysia bisa Kembalikan Kegemilangan Islam

Kekuatan Muslim Indonesia-Malaysia bisa Kembalikan Kegemilangan Islam

Gugat UU Covid-19, Din: Kita Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

Gugat UU Covid-19, Din: Kita Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

Menjalankan Syari’at Islam Merupakan Sebuah Komitmen

Menjalankan Syari’at Islam Merupakan Sebuah Komitmen

Baca Juga

Berita Lainnya