Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Tugas Guru Bukan Hanya Mentransfer Ilmu, Tapi Mengajaran Keteladanan

ist.
[Ilustrasi] Guru madrasah.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Wacana tentang kebangkitan peradaban Islam tak lepas dari sejauh mana kualitas pendidikan dan budaya ilmu yang dibangun.

Sebab agama Islam memandang pendidikan lebih dari sekedar mencetak manusia pintar secara nalar dan nilai akademik saja. Tapi mestinya pendidikan juga sanggup melahirkan pribadi yang baik dan beradab terpuji.

Demikian diungkap oleh Dr Adian Husaini kepada mahasiswa Pasca Sarjana  Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, belum lama ini.

Menurut Adian , hilangnya adab (the loss of adab) dalam proses pendidikan adalah bencana bagi peradaban Islam. Sebab adab menjadi pilar pokok dalam mengurai berbagai persoalan di tubuh umat. Dengan adab, manusia bisa menyadari posisinya di hadapan Sang Khaliq sebagai seorang hamba yang hina. Sebagaimana dengan mengedepankan adab, manusia juga mampu saling menghormati sesamanya.

“Kurang apa keluasan ilmu Imam al-Bukhari dan Muslim serta para ulama hadits, tapi mereka tetap saja menaruh hormat yang tinggi kepada Imam Asy-Syafi’i dan ulama madzhab lainnya,” terang Adian.

Namun hadirnya paham pemikiran sekularisasi pendidikan, boleh dikata telah merusak budaya dan otoritas ilmu tersebut.

Tak sedikit manusia menjadi angkuh hanya gara-gara merasa sudah hebat dengan ilmu dan gelar akademiknya.

Dengan ilmu dan kecanggihan teknologi yang dipunyai, yang terjadi justru teror dan intimidasi kepada yang lain.

“Alih-alih menebar manfaat buat lingkungannya, bahkan ia berani sombong di hadapan Tuhannya,” sebut Adian.

Untuk itu Adian mengingatkan para guru di seluruh jenjang pendidikan agar benar-benar memerankan sebagai sosok pendidik yang benar. Dengan adanya sekularisasi kurikulum pendidikan, dikhawatirkan sebagian guru mulai terpapar dengan virus pemikiran tersebut.

“Jika orientasinya mulai bergeser, bisa jadi ada guru yang hanya berfungsi sebagai transfer of knowledge saja,” ungkapnya.

Guru bertipe demikian,  biasanya tak lagi peduli dengan urusan akhlak peserta didik. Mereka hanya datang mengajar dan mentransfer ilmunya saja tanpa punya keteladanan lagi.

Pekerjaan mulia sebagai seorang guru selain tanggung jawab yang begitu berat, adalah amanah menjadi telaga tempat berkaca akan kualitas pendidikan dan masyarakat.

“Pendidikan itu jadi cermin dan tolak ukur kualitas masyarakat. Sebagaimana pendidikan itu bertumpu kepada kualitas dan keteladan para guru,” pungkasnya.*/Masykur Abu Jaulah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Inilah Kriteria Radikal Menurut Pemerintah

Inilah Kriteria Radikal Menurut Pemerintah

Pemohon Ajukan 5 Petitum Uji Materi UU Ormas Baru

Pemohon Ajukan 5 Petitum Uji Materi UU Ormas Baru

Pengusaha Makanan dan Minuman Apresiasi Kinerja LPPOM MUI

Pengusaha Makanan dan Minuman Apresiasi Kinerja LPPOM MUI

Ustad Yusuf Mansur: “Ketika dapat Cobaan, Saya Berkali-kali Istighfar”

Ustad Yusuf Mansur: “Ketika dapat Cobaan, Saya Berkali-kali Istighfar”

Perempuan Lampung Peduli Gaza Kumpulkan Donasi Rp 105 Juta

Perempuan Lampung Peduli Gaza Kumpulkan Donasi Rp 105 Juta

Baca Juga

Berita Lainnya