Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Risma Undang Tukang Becak Penambal Jalan Yang Berhati Mulia

JPNN
Risma bersama Abdul Syukur
Bagikan:

Hidayatullah.com–Wali Kota Tri Rismaharini hari Kamis (14/05/2015) akhirnya mengundang Dul alias Pak Tuwek, sapaan Abdul Syukur, ke rumah dinas wali kota perempuan ini di Jalan Sedap Malam.

Risma mengirim stafnya untuk menjemput Abdul Syukur ke rumahnya di Jalan Tambak Segaran Gang 1, Nomor 27 setelah ia mendengar kiprah Abdul Syukur, seorang tukang becak yang rajin menambal jalan berlubang di Kota Surabaya.

Abdul Syukur tiba di rumah wali kota sekitar pukul 17.00. Dia didampingi anaknya –Wahyuni–, Camat Simokerto Henny Indrijati, Lurah Tambak Rejo Etty Minarti, serta beberapa staf pemkot.

Dalam pertemuan itu, terjadi perbincangan hangat antara Abdul dan Risma. Mereka bersenda gurau membicarakan lagu-lagu kesukaan, berita, artis, hingga aksi Dul menambal jalan berlubang. Tidak jarang Risma tertawa hingga terpingkal-pingkal melihat Dul bernyanyi dan menari saat ditanyainya.

Bahkan, Risma berjanji mengajaknya bernyanyi bersama suatu saat. Dul menyambutnya dengan gembira. Dia seolah tidak percaya bisa bertemu langsung dengan Risma.

Dalam pertemuan itu, beberapa kali Risma menginginkan Dul tidak lagi nekat menambal lubang jalanan sendirian.

”Sudah ya Pak, ndak usah begitu lagi. Bapak istirahat saja,” ujar Risma di sela-sela obrolannya dikutip JPNN.

Risma juga menyatakan akan membangun dan memperbaiki rumah Dul. Namun, Dul menolaknya.

Ndak usah, Bu. Sampun sae omah kula” (Tidak usah bu, sudah baik rumah saya), ujar Dul, lalu tertawa. Dia mengatakan bahwa rumah miliknya sudah lebih dari cukup.

Menjelang magrib, Risma mengakhiri pertemuan tersebut. Risma lalu memasukkan sebuah amplop di saku kemeja batik yang dikenakan Dul. Dengan terkekeh-kekeh Dul menerimanya, lantas berterima kasih kepada Risma. Pertemuan itu ditutup dengan beberapa kali tos tangan antara Risma dan Dul.

Dalam pertemuan tersebut, Dul berharap jalanan yang berlubang segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengendara jalan. Selain itu, dia tidak akan menghentikan aksinya menambal lubang jalanan.

”Ya kalau ada lubang, sebisanya saya tambal. Sebab, itu sudah keinginan saya,” ujar Dul.

Risma mengatakan, apa yang dilakukan Dul memang patut diapresiasi. Dia juga mengatakan bahwa banyak orang seperti Dul di Surabaya yang peduli dengan lingkungan.

Dul, kata Risma, bersikap demikian karena kebetulan bekerja sebagai tukang becak yang aktif di jalanan. Karena itulah, aksi Dul layak diapresiasi.

Namun, Risma enggan mengungkapkan apresiasi dalam bentuk apa yang akan diberikan kepada Dul.

”Nanti itu urusan saya pribadi lah sama Pak Dul. Itu saya ndak mau bilang. Itu urusan pribadi saya nanti. Bisa jadi riya’ nanti,” ujar Risma.

Seperti diketahui, nama Pak Dul mencuat hingga didengar Risma setelah  Himan Utomo, orang yang kali pertama, mengunggah kisahnya melalui akun Facebook-nyapada Senin (11/05/2015)  lalu.

’’Sudah empat hari ( 07/05/2015) sebelum itu saya sering lihat Pak Dul sedang memperbaiki jalan. Baru Senin nge-posting, eh kokjadi ramai banget gini,’’ jelasnya.

Bermula dari tulisan di Facebook yang menyebar secara viral di berbagai media social, Abdul Syukur (65) alias Pak Dul mendapat apresiasi dari sebagian warga Surabaya atas tindakannya yang mulia menambal jalan berlubang secara mandiri.

Pak Dul rela menambal jalan berlubang yang setiap hari dilaluinya sebagai tukang becak di depan ITC Surabaya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Hannan Attaki: Jadikan Persaudaraan sebagai Pola Pikir, Rasa, dan Selera

Hannan Attaki: Jadikan Persaudaraan sebagai Pola Pikir, Rasa, dan Selera

Kepolisian Diminta Usut Kasus Pemfitnahan atas Ulama di Medsos

Kepolisian Diminta Usut Kasus Pemfitnahan atas Ulama di Medsos

Kemenag Jalin Kerjasama Pendidikan Islam dengan Aljazair

Kemenag Jalin Kerjasama Pendidikan Islam dengan Aljazair

Inilah Awal Mula Merebaknya Gereja Ilegal di Aceh Singkil

Inilah Awal Mula Merebaknya Gereja Ilegal di Aceh Singkil

600 UU Indonesia Masih Warisan Kolonial, di Belanda Sudah 17 Kali Diubah

600 UU Indonesia Masih Warisan Kolonial, di Belanda Sudah 17 Kali Diubah

Baca Juga

Berita Lainnya