Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kenaikan Harga Kebutuhan Saat Ramadhan Bisa Akibat Sikap Isyraf

merdeka
ilustrasi
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pengamat Ekonomi Islam, Agustianto mengatakan dalam ajaran Islam kaum muslimin diperintahkan untuk hidup hemat dengan pola hidup yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan.

“Saya berharap kaum muslimin itu memiliki pola hidup yang sederhana (berhemat.red), termasuk saat bulan Ramadhan,” kata Agustianto kepada hidayatullah.com, belum lama ini.

Jika pola hidup komsumtif umat muslim yang berlebih-lebihan (isyraf) setiap bulan Ramadhan terus berlanjut, serta umat muslim tidak mau menhindarinya, maka menurut Agustianto selama itu pula harga-harga barang, khususnya kebutuhan pokok akan ikut naik saat bulan Ramadhan, seperti daging, sayur-sayuran dan lain sebagainya.

“Kenaikan harga itu bukan karena ulah pedagang tetapi karena permintaan masyarakat terhadap barang-barang kebutuhan tertentu yang meningkat akibat pola hidup komsumtif yang berlebih-lebihan,” tegas Agustianto.

Sebagaimana halnya di dalam al-Qur’an, menurut Agustianto, pola hidup komsumtif yang berlebih-lebihan tidak diperbolehkan. Bahkan, lanjutnya, pola hidup komsumtif yang seperti itu harus dihindari umat muslim saat Ramadhan. [baca: Pengamat Menilai Sikap Isyraf Dalam Ramadhan Bisa Dihindari].

“Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan dakwah dan sosialisasi melalui khitobah, ceramah atau tausyiah di dalam majelis-majelis taklim, pengajian dan lain sebagainya,” pungkas Agustianto.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Mendikbud: di Tubuh TNI dan Pramuka Ada Darah Hizbul Wathan

Mendikbud: di Tubuh TNI dan Pramuka Ada Darah Hizbul Wathan

Simposiun LDK Se-Indonesia Teguhkan Islam Kaffah

Simposiun LDK Se-Indonesia Teguhkan Islam Kaffah

NTB Bangun Islamic Centre  Berkapasitas 15.000 Orang

NTB Bangun Islamic Centre Berkapasitas 15.000 Orang

Gerindra Desak KPU Menghapus 17,5 Juta DPT Invalid

Gerindra Desak KPU Menghapus 17,5 Juta DPT Invalid

MIUMI Lantik Pengurus Wilayah daerah Istimewa Aceh

MIUMI Lantik Pengurus Wilayah daerah Istimewa Aceh

Baca Juga

Berita Lainnya