Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag Menilai Penting Upaya Penyatuan Kalender Hijriyah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan perbedaan kalender Hijriyah di antara pemerintah dan ormas Islam merupakan persoalan lama di Indonesia. Karena itu pihaknya terus berupaya untuk menyamakan awal Ramadhan dan Syawal dengan sejumlah ormas Islam.

“(Penyatuan) kalender Hijriyah ini dapat membuat umat Islam secara keseluruhan mempunyai pegangan yang sama dalam menjalankan ibadahnya, khususnya mengawali Ramadhan, menentukan 1 Syawal dan Idul Adha,” kata Menag kepada wartawan di Jakarta, belum lama ini.

Menag mengatakan penyatuan kalender Hijriyah, merupakan hal yang penting karena erat kaitannya dengan persoalan keumatan dan ibadah yang cukup krusial, yaitu terkat penetapan awal puasa, hari Idul Fitri dan Idul Adha.

Menag berharap terjadi keberhasilan penyamaan kalender Hijriyah di Indonesia. Dengan begitu, Indonesia dapat menjadi pelopor di dunia dalam menyatukan kalender yang merujuk pada penanggalan qomariyah atau berdasarkan peredaran bulan itu.

Dalam upaya penyatuan kalender Hijriyah, Menag mengatakan pihaknya telah menemui Muhammadiyah untuk mencapai titik temu dalam penetapan kalender.

“Kami kemarin diskusi muzakarah dengan PP Muhammadiyah. Alhamdulillah semua pimpinan PP Muhammadiyah hadir. Ada kesamaan tujuan cara pandang dan keinginan agar setidaknya kita bisa menyatukan kapan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah,” ujarnya.

Menurutnya, hal yang sama juga akan dilakukan ke ormas Islam lain seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Lebih jauh lagi Indonesia diharapkan bisa jadi pionir pelopor menyatukan kalender Hijriyah secara nasional dan global. Oleh karena itu, ke depan dalam waktu dekat Kemenag akan melakukan hal sama dengan PBNU. Sehingga kalau kemarin dari Muhammadiyah kami dengar dari pakar Majelis Tarjih Muhammadiyah, ke depan bisa mendengar dari ulama Syuriah PBNU,” terang Menag.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sukamta Sambut Baik PTUN Jakarta Vonis Presiden Jokowi dan Menkominfo

Sukamta Sambut Baik PTUN Jakarta Vonis Presiden Jokowi dan Menkominfo

Saksi Fakta Jokowi dinilai Blunder Untungkan Prabowo di MK

Saksi Fakta Jokowi dinilai Blunder Untungkan Prabowo di MK

Antisipasi Kecurangan Pilkada DKI, KAMMI Buka Pendaftaran Relawan Tim Pemantau

Antisipasi Kecurangan Pilkada DKI, KAMMI Buka Pendaftaran Relawan Tim Pemantau

Dinilai Sosok Sombong, 93 % Responden Tolak Ahok jadi Gubernur

Dinilai Sosok Sombong, 93 % Responden Tolak Ahok jadi Gubernur

2.748 Botol Miras Ilegal Disita Bea Cukai dan Polda Jambi

2.748 Botol Miras Ilegal Disita Bea Cukai dan Polda Jambi

Baca Juga

Berita Lainnya